Bola.com, Jakarta - Geothermal Soccer Indonesia atau GSI diluncurkan dalam grand launching yang berlangsung di Jakarta, Jumat (26-6-2026).
Komunitas itu hadir dengan membawa konsep yang menggabungkan sepak bola, edukasi energi panas bumi, dan pembinaan talenta muda.
GSI menjadikan sepak bola sebagai medium utama karena olahraga ini memiliki daya jangkau luas di masyarakat. Melalui pendekatan tersebut, GSI ingin memperkenalkan potensi besar geothermal Indonesia sekaligus membuka ruang pencarian bakat di lapangan hijau.
"Sepak bola ini olahraga masyarakat yang sangat digemari dari berbagai usia dan kalangan. Itulah mengapa kami memilih medium ini," ujar Carson Hakama, Ketua Geothermal Soccer Indonesia.
Carson menjelaskan, sepak bola diharapkan dapat menjadi sarana komunikasi yang lebih mudah diterima masyarakat di wilayah kerja panas bumi.
Menurutnya, pendekatan melalui olahraga juga dapat membantu menyatukan berbagai kalangan di sekitar lokasi pengembangan energi geothermal.
Langkah GSI diwujudkan melalui kompetisi bertajuk Geothermal League yang akan bergulir pada Juli hingga Agustus 2026. Jumlah peserta tahun ini meningkat menjadi 36 tim, pada edisi sebelumnya diikuti 28 tim.
Geothermal League juga mendapat dukungan dari lebih dari 45 sponsor. Kompetisi ini dirancang untuk mempertemukan para pemangku kepentingan di sektor panas bumi, dari pemerintah, pelaku usaha, hingga kontraktor penyedia barang dan jasa.




