Caracas: Tim penyelamat dari berbagai negara terus melakukan pencarian korban selamat setelah dua gempa bumi dahsyat mengguncang Venezuela pada pekan ini dan menyebabkan kerusakan luas di berbagai wilayah.
Venezuela diguncang dua gempa berkekuatan magnitudo 7,2 dan 7,5 yang terjadi secara berurutan pada Rabu lalu. Bencana tersebut telah menewaskan sedikitnya 920 orang dan melukai sekitar 3.360 lainnya.
Pemerintah juga melaporkan sedikitnya 383 bangunan, 13 rumah sakit, 25 pusat perbelanjaan, serta 1.002 bangunan lainnya mengalami kerusakan akibat gempa. Puluhan ribu orang dilaporkan masih belum diketahui keberadaannya.
Dikutip dari Euronews, Sabtu, 27 Juni 2026, sejumlah negara kini mengerahkan tim pencarian dan penyelamatan untuk membantu operasi kemanusiaan di Venezuela.
Menurut Direktorat Operasi Perlindungan Sipil dan Bantuan Kemanusiaan Komisi Eropa, lebih dari 520 personel penyelamat dari negara-negara Uni Eropa telah dimobilisasi. Bantuan tersebut berasal dari Republik Ceko, Prancis, Jerman, Italia, Belanda, Portugal, Spanyol, dan Luksemburg. Bantuan dari Berbagai Negara Spanyol mengirim 59 personel dari Military Emergency Unit, dua insinyur militer, serta delapan unit anjing pelacak. Selain itu, 40 personel dan empat anjing pelacak dari tim Emergency and Rapid Response Madrid juga telah tiba di Venezuela untuk memperkuat operasi pencarian.
Belanda mengirim tim Urban Search and Rescue yang terdiri atas 64 tenaga ahli dan delapan anjing pelacak dari Pangkalan Udara Eindhoven.
Sementara itu, Swiss mengerahkan 80 personel, delapan anjing pelacak, serta 18 ton peralatan penyelamatan.
Kementerian Luar Negeri Swiss menyatakan seluruh tim akan berkoordinasi dengan otoritas setempat untuk mencari, membersihkan puing-puing, dan mengevakuasi korban yang masih terjebak di bawah reruntuhan.
Italia juga mengirim pesawat angkatan udara beserta personel dari Unit Krisis Kementerian Luar Negeri, Kementerian Pertahanan, dinas pemadam kebakaran, dan badan perlindungan sipil. Kementerian Pertahanan Italia menyatakan pesawat militer pertama telah mendarat di Venezuela, sementara pesawat kedua disiapkan untuk membawa tambahan personel dan spesialis.
Prancis turut mengerahkan personel dari Resimen Pelatihan dan Intervensi Keamanan Sipil ke-4 dan ke-7 yang terdiri atas spesialis evakuasi korban, tim medis, serta unit anjing pelacak. Dukungan Amerika Serikat Departemen Luar Negeri Amerika Serikat menyatakan negara bagian California dan Virginia telah mengirim tim pencarian dan penyelamatan ke Venezuela.
Tim tersebut didukung personel militer Amerika Serikat serta terdiri atas dokter, insinyur, petugas pemadam kebakaran, dan anjing pelacak.
Komando Selatan Amerika Serikat (US Southern Command) juga mengerahkan pesawat angkut, helikopter Chinook, serta kapal tempur USS Billings untuk mendukung operasi kemanusiaan di Caracas.
Presiden Amerika Serikat Donald Trump sebelumnya menyatakan negaranya siap memberikan bantuan kepada Venezuela dalam menghadapi bencana tersebut.
Operasi pencarian masih terus berlangsung, sementara otoritas memperkirakan jumlah korban jiwa dan korban hilang masih dapat bertambah seiring berlanjutnya proses evakuasi di wilayah terdampak.
Baca juga: Gempa Dahsyat Venezuela Tewaskan 920 Orang, Lebih dari 50 Ribu Masih Hilang




