Wabah Ebola di Kongo Tembus 1.203 Kasus, 321 Orang Meninggal Dunia

metrotvnews.com
3 jam lalu
Cover Berita

Kinshasa: Jumlah kasus Ebola di Republik Demokratik Kongo mencapai 1.203 kasus, termasuk 321 kematian, sejak wabah terbaru diumumkan pada pertengahan Mei.

Otoritas kesehatan menyatakan infeksi baru masih terus ditemukan di sejumlah wilayah.

Dalam pembaruan situasi yang dirilis Kementerian Kesehatan pada Jumat malam, tercatat sebanyak 148 pasien telah dinyatakan sembuh, sementara 419 lainnya masih menjalani isolasi atau perawatan di rumah sakit.

Wabah yang disebabkan oleh varian Bundibugyo itu telah menyebar ke 34 zona kesehatan di tiga provinsi, yakni Ituri sebagai episentrum wabah, serta Kivu Utara dan Kivu Selatan.

Kementerian Kesehatan menyebut sejumlah tantangan masih menghambat upaya pengendalian wabah, antara lain penolakan sebagian masyarakat terhadap pemeriksaan jenazah, keterbatasan kapasitas fasilitas perawatan di Ituri, serta tingkat pelacakan kontak yang masih berada di bawah target 95 persen.

"Pemerintah mengingatkan bahwa memerangi Ebola adalah tanggung jawab bersama. Setiap warga diminta segera melaporkan kasus yang dicurigai, mematuhi langkah-langkah kebersihan, serta menghindari kontak langsung dengan jenazah," ujar pernyataan kementerian, seperti dikutip dari Anadolu Agency, Sabtu, 27 Juni 2026. WHO Soroti Dampak Konflik Direktur Jenderal Africa Centres for Disease Control and Prevention (Africa CDC), Jean Kaseya, mengatakan para mitra internasional, termasuk Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), European Centre for Disease Prevention and Control (ECDC), serta otoritas Prancis dan Republik Demokratik Kongo, tetap berkomitmen mendukung respons terpadu untuk menekan penyebaran wabah.

Sementara itu, Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus mengatakan konflik bersenjata turut memperumit upaya penanganan Ebola.

"Perang membuat penanganan Ebola jauh lebih sulit karena menghambat akses, memencar kontak erat pasien, serta membuat masyarakat bersembunyi akibat rasa takut dan ketidakpercayaan," tulis Tedros melalui platform X pada Sabtu.

Otoritas kesehatan bersama organisasi internasional terus meningkatkan pengawasan, pelacakan kontak, serta kapasitas layanan kesehatan untuk menekan penyebaran wabah di wilayah terdampak.

Baca juga:  Siswa Kongo Tetap Semangat Jalani Ujian Negara di Tengah Wabah Ebola


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Importa Raih Rekor MURI atas Penjualan 1 Juta Lemari Pakaian Besi dalam 5 Tahun
• 6 jam lalubisnis.com
thumb
Kerugian Capai Rp2,5 Triliun, Bareskrim Diminta Bantu Pulihkan Hak Korban PT Dana Syariah Indonesia
• 2 jam lalurctiplus.com
thumb
20 Ton Gula Kelapa Asal Banyumas Diekspor ke AS Nilainya Capai Rp 836 Juta
• 20 jam lalukumparan.com
thumb
3 Drakor Baru di Netflix untuk Temani Akhir Pekan
• 6 jam lalubeautynesia.id
thumb
1.000 Taruna Akmil Akan Latih Siswa Sekolah Rakyat, Apa Tujuannya?
• 14 jam lalukompas.com
Berhasil disimpan.