HARIAN.FAJAR.CO.ID, JAKARTA– Semangat kolaborasi menjadi pesan utama yang disampaikan Utusan Khusus Presiden Bidang Pariwisata, Zita Anjani, saat menjadi narasumber dalam Diksuswati Paripurna, pelatihan kepemimpinan perempuan tertinggi yang diselenggarakan oleh Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Bidang Immawati.
Di hadapan kader-kader Immawati yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia, Zita mengajak seluruh peserta untuk menjadi bagian dari Unlock Indonesia, program yang diinisiasinya guna membuka potensi daerah melalui kolaborasi lintas sektor, khususnya dalam pengembangan pariwisata, ekonomi kreatif, dan pemberdayaan masyarakat.
“Saya mengajak Immawati dari seluruh Indonesia untuk berkolaborasi dalam Unlock Indonesia. Dengan jaringan kader yang tersebar di berbagai daerah, saya yakin kita bisa bersama-sama mengangkat potensi lokal dan menghadirkan dampak nyata bagi kemajuan Indonesia,” ujar Zita.
Selain mengajak berkolaborasi, Zita juga membagikan pengalaman kepemimpinannya, mulai dari menjadi anggota DPRD DKI Jakarta hingga dipercaya mengemban amanah sebagai Utusan Khusus Presiden Bidang Pariwisata. Ia menekankan bahwa kepemimpinan perempuan harus dibangun melalui tiga fondasi utama, yaitu Brain, Beauty, dan Behavior.
Ketua Bidang Immawati DPP IMM, Sumarni, menyambut baik ajakan tersebut. Menurutnya, kolaborasi dengan Unlock Indonesia menjadi peluang strategis bagi kader-kader Immawati untuk berkontribusi langsung dalam pembangunan daerah melalui jejaring kader yang tersebar di seluruh Indonesia.
“Immawati memiliki kekuatan jaringan yang hadir di berbagai wilayah Indonesia. Kolaborasi dengan Unlock Indonesia menjadi ruang bagi kader untuk mengaktualisasikan kepemimpinan melalui aksi nyata dalam mengembangkan potensi daerah dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” kata Sumarni.
Melalui Diksuswati Paripurna, DPP IMM Bidang Immawati berharap kolaborasi ini menjadi langkah awal sinergi yang berkelanjutan antara Unlock Indonesia dan kader-kader Immawati. Dengan kekuatan jejaring perempuan muda Muhammadiyah dari Aceh hingga Papua, diharapkan lahir berbagai inisiatif yang mampu mengangkat potensi lokal sekaligus memperkuat kontribusi perempuan dalam pembangunan Indonesia. (fit)





