Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) menyatakan keyakinannya bahwa Partai Solidaritas Indonesia (PSI) akan mampu menembus parlemen pada Pemilu 2029. Dalam agenda bersama kader PSI di Tulang Bawang dan Mesuji, Lampung, Jokowi meminta seluruh struktur partai bekerja lebih keras demi mencapai target besar tersebut.
"Saya berani memastikan pasti masuk parlemen. Tapi angkanya berapa? Itu yang kita kehendaki. Kita ini memiliki target yang besar, target yang tinggi. Oleh sebab itu semuanya harus bekerja keras. Struktur partai, sekali lagi struktur partai harus hidup dan bekerja. Tidak ada kata yang lain selain itu," ujar Jokowi dalam tayangan Primetime News Metro TV, Sabtu 27 Juni 2026.
Pernyataan tersebut disampaikan saat menghadiri kegiatan PSI dalam rangkaian safari politiknya di Provinsi Lampung pada Jum'at, 26 Juni 2026. Kehadiran Jokowi sekaligus menjawab berbagai spekulasi mengenai tujuan kunjungannya yang sebelumnya ramai diperbincangkan.
Dalam pidatonya, Jokowi tidak hanya menyampaikan optimisme terhadap peluang PSI di Pemilu 2029, tetapi juga menekankan pentingnya penguatan organisasi hingga tingkat akar rumput. Menurutnya, target besar hanya dapat dicapai apabila seluruh struktur partai aktif bergerak dan bekerja secara maksimal.
Kehadiran Jokowi di panggung PSI pun memantik berbagai respons politik. Sekretaris Jenderal Pro Jokowi (Projo) Freddy Alex Damanik mendorong Jokowi segera mendeklarasikan diri sebagai kader PSI. Menurutnya, langkah tersebut akan memberikan kepastian arah politik Jokowi sekaligus memperkuat posisi PSI menjelang Pemilu 2029.
"Kalau memang secara formal Pak Jokowi di PSI, memang harus mendeklarasikan diri. Kalau nanti Pak Jokowi mendeklarasikan diri dan secara formal di PSI, saya rasa juga efeknya akan lebih dahsyat lagi. Misalnya jangan-jangan relawan-relawan yang ada di partai lain bisa jadi semua merapat juga ikut ke PSI," ujar Freddy.
Baca Juga :
Projo Sebut Safari Jokowi Demi Membesarkan PSI"Jadi saya membacanya ada dua hal. Yang pertama memang eksistensi yang berujung untuk keselamatan politik dia dan keluarganya. Kemudian yang kedua memang sedang mengambil posisi untuk pemilu berikutnya," kata Hendri.
Di sisi lain, Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Prasetyo Hadi menilai aktivitas politik Jokowi merupakan hal yang wajar. Menurutnya, sebagai tokoh nasional dan negarawan, Jokowi memiliki hak untuk bersilaturahmi maupun menghadiri agenda politik.
"Kami menyampaikan selamat karena artinya beliau sudah siap kembali. Sebelumnya kan sempat agak kurang fit. Dan sebagai tokoh dan negarawan saya kira tidak ada masalah," kata Prasetyo.
Jokowi dijadwalkan berada di Lampung selama tiga hari hingga Minggu, 28 Juni 2026. Dalam kunjungan tersebut, ia mengunjungi sejumlah daerah, di antaranya Mesuji, Tulang Bawang Barat, Pesawaran, Bandar Lampung, dan Lampung Timur.




