Indonesia Tampil Kompetitif di Hari Pertama AEF/MANTENA Cup Jakarta 2026, Bukti Kesiapan Menuju Panggung Asia

viva.co.id
2 jam lalu
Cover Berita

VIVA – Hari pertama penyelenggaraan AEF/MANTENA Cup Jakarta 2026 FEI CSI1 International Jumping Competition berlangsung sukses di Equinara Horse Sports, Jakarta International Equestrian Park Pulomas (JIEPP), Sabtu 27 Juni 2026

Ajang internasional yang untuk pertama kalinya digelar di Indonesia ini resmi dibuka oleh Menteri Ekonomi Kreatif RI, Teuku Riefky Harsya.

Baca Juga :
Jakarta Jadi Tuan Rumah Kejuaraan Berkuda Internasional, 13 Negara Siap Bertarung
Ini Penyebab Timnas Indonesia Absen di Sepakbola Asian Games 2026

Seremoni pembukaan juga dihadiri Sekretaris Daerah DKI Jakarta, Uus Kuswanto bersama sejumlah pejabat lainnya, pengurus PP Pordasi, perwakilan Asian Equestrian Federation (AEF), Fédération Equestre Internationale (FEI), serta tamu dari berbagai negara peserta.

Dalam sambutannya, Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya menyampaikan rasa bangganya karena Indonesia dipercaya menjadi tuan rumah kejuaraan berkuda internasional tersebut.

"Merupakan sebuah kebanggaan bagi Indonesia karena dipercaya menjadi tuan rumah AEF/MANTENA Cup Jakarta 2026, yang untuk pertama kalinya diselenggarakan di tanah air. Ajang ini juga dirangkaikan dengan Piala Gubernur DKI Jakarta 2026 serta Equinara Pulomas Open 2026."

Selain membuka acara ini, Teuku Riefky juga mengalungkan medali kepada atlet asal Iran, Arvin Moradibichendi yang menjuarai  CS-2 FEI CSI1* Borrowed Horse Competition 110 cm Open

Kompetisi yang berada di bawah naungan Asian Equestrian Federation (AEF) dan Federation Equestre Internationale (FEI) tersebut mempertandingkan nomor Borrowed Horse Competition, format yang dikenal sebagai salah satu kelas paling menantang dalam olahraga berkuda karena setiap atlet harus beradaptasi dengan kuda hasil undian yang baru mereka kenal menjelang pertandingan.

Ketua Penyelenggara sekaligus Presiden Equinara Horse Sports, Adinda Yuanita, menyebut penyelenggaraan tahun ini menjadi tonggak baru bagi olahraga berkuda Indonesia karena merupakan event borrowed horse terbesar yang pernah digelar di Tanah Air.

"Pertandingan ini merupakan pertandingan terbesar Asian Equestrian Federation yang pernah diselenggarakan di Indonesia. Ini juga menjadi bagian dari persiapan kita menuju Asian Games Nagoya," ujar Adinda.

Menurutnya, sistem borrowed horse menguji kualitas sesungguhnya seorang rider karena keberhasilan tidak hanya ditentukan kemampuan teknis, tetapi juga kecepatan membangun chemistry dengan kuda yang baru pertama kali ditunggangi.

"Kuda-kuda diundi sehingga para atlet baru mengetahui pasangan kudanya sehari sebelum bertanding. Karena itu, kemampuan adaptasi menjadi faktor yang sangat menentukan."

Baca Juga :
Breaking News: Timnas Indonesia Tidak Tampil di Asian Games 2026
Resmi! Timnas Indonesia U-23 Absen di Asian Games 2026, Erick Thohir Beberkan Alasannya
Detik-detik Taufik Hidayat Menolak Tawaran Match Fixing di Asian Games 2006: Demi Merah Putih

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Perayaan HUT Jakarta Usai, Jalan MH Thamrin Kembali Dibuka
• 1 jam laluliputan6.com
thumb
Kemhan Pastikan 5 Peserta SPPI yang Meninggal Telah Ditangani Sesuai Prosedur
• 57 menit lalumetrotvnews.com
thumb
Polda Metro Jaya Mengungkap Judi Berkedok Timezone di Jakarta, Omzet Mencapai Rp2,1 Miliar per Bulan
• 20 jam lalupantau.com
thumb
Muhaimin Iskandar Mengajak Calon Pekerja Migran Berangkat Secara Legal demi Perlindungan Maksimal
• 21 jam lalupantau.com
thumb
RI Coba-Coba Bikin Tempe Tanpa Kacang Kedelai, Hasilnya Tak Terduga
• 5 jam lalucnbcindonesia.com
Berhasil disimpan.