REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA -- Umat Islam di berbagai penjuru dunia baru saja menyambut Tahun Baru 1448 Hijriyah dengan memasuki bulan Muharram, salah satu bulan yang dimuliakan dalam Islam. Selain menjadi penanda pergantian tahun, Muharram juga menyimpan banyak peristiwa bersejarah yang sarat dengan hikmah dan pelajaran bagi kaum Muslimin, terutama pada 10 Muharram atau yang dikenal sebagai hari Asyura.
Dalam sejumlah riwayat disebutkan, hari Asyura menjadi saksi berbagai peristiwa penting yang dialami para nabi. Pada hari itu, Allah SWT menerima tobat Nabi Adam AS atas kesalahan yang pernah dilakukannya.
- Kemenlu Bahrain Kecam Iran atas Serangan Drone
- Iran Kecam Serangan AS, Tuduh Washington Langgar Kesepakatan Damai
- Saat Buruh Angkut Gabah Beradu Cepat dalam Tradisi Balap Manol
Selain itu, kapal Nabi Nuh AS dikisahkan berlabuh dengan selamat di Bukit Zuhdi setelah banjir besar melanda dan menghancurkan kehidupan di muka bumi.
Hari Asyura juga menjadi momentum keselamatan bagi Nabi Ibrahim AS yang diselamatkan Allah SWT dari kobaran api yang dinyalakan Raja Namrud. Nabi Yusuf AS dibebaskan dari penjara Mesir setelah sebelumnya difitnah, sementara Nabi Yunus AS diselamatkan setelah keluar dari perut ikan.
.rec-desc {padding: 7px !important;}Tidak hanya itu, Nabi Ayyub AS memperoleh kesembuhan dari penyakit yang dideritanya, sedangkan Nabi Musa AS bersama kaum Bani Israil berhasil selamat dari kejaran Fir'aun ketika menyeberangi Laut Merah.
Beragam peristiwa tersebut menjadikan 10 Muharram sebagai hari yang penuh makna dan pelajaran berharga bagi umat Islam sepanjang zaman.
Keutamaan hari Asyura juga tercermin dari ibadah puasa yang telah dikenal sejak masa sebelum Islam. Ummul Mukminin Siti Aisyah RA meriwayatkan bahwa kaum Quraisy pada masa jahiliyah telah melaksanakan puasa Asyura dan Rasulullah SAW pun ikut mengerjakannya.
Setelah hijrah ke Madinah, Nabi Muhammad SAW tetap melaksanakan puasa Asyura dan memerintahkan para sahabat untuk berpuasa. Namun, setelah puasa Ramadhan diwajibkan, kedudukan puasa Asyura berubah menjadi sunnah.
Rasulullah SAW bersabda:
مَنْ شَاءَ أَنْ يَصُومَهُ فَلْيَصُمْهُ وَمَنْ شَاءَ أَنْ يَتْرُكَهُ فَلْيَتْرُكْهُ
Artinya: "Barangsiapa yang menghendaki berpuasa Asyura puasalah dan siapa yang tidak suka boleh meninggalkannya." (HR Bukhari dan Muslim).
Momentum Tahun Baru 1448 Hijriyah menjadi kesempatan bagi umat Islam untuk tidak sekadar memperingati pergantian tahun, tetapi juga merenungkan berbagai peristiwa besar yang terjadi pada bulan Muharram.
Kisah-kisah para nabi tersebut mengajarkan tentang pentingnya kesabaran, keteguhan iman, serta keyakinan bahwa pertolongan Allah SWT akan datang kepada hamba-hamba-Nya yang bertakwa.




