Tren Travel Bergeser, Perjalanan Tak Lagi hanya Memesan Tiket dan Hotel

viva.co.id
1 hari lalu
Cover Berita

VIVA – Perjalanan bisnis mengalami perubahan dalam beberapa tahun terakhir. Jika sebelumnya perusahaan lebih berfokus pada penyediaan transportasi dan akomodasi bagi karyawan, kini kebutuhan tersebut berkembang menjadi pengalaman yang lebih menyeluruh. 

Perusahaan disebut mulai mencari layanan yang mampu mengintegrasikan perjalanan, kegiatan perusahaan, hingga pengelolaan peserta dalam satu sistem agar pelaksanaan kegiatan menjadi lebih efektif dan efisien.

Baca Juga :
Tak Cuma Modal, Ini 7 Rahasia agar Bisnis Awet dan Cuan Terus Mengalir
Rajiv: Olahraga Bisa Jadi Ruang Bangun Kolaborasi dan Gaya Hidup Sehat

Perubahan kebutuhan tersebut terlihat dari meningkatnya penyelenggaraan berbagai agenda perusahaan, seperti corporate gathering, incentive trip, leadership retreat, seminar, konferensi, hingga perjalanan bisnis internasional. Tidak sedikit perusahaan yang kini menginginkan seluruh rangkaian kegiatan dapat dikelola oleh satu mitra sehingga koordinasi menjadi lebih sederhana.

Ilustrasi Traveling Keluar Negeri
Photo :
  • VIVA.co.id/Mohammad Yudha Prasetya

Selain efisiensi, pengalaman peserta juga menjadi perhatian. Agenda perjalanan bisnis kini tidak lagi hanya berisi rapat atau kunjungan kerja, tetapi mulai dipadukan dengan aktivitas yang mendorong kolaborasi, pengembangan diri, hingga kebugaran. 

Konsep seperti team building, wellness session, cultural immersion, networking, hingga aktivitas olahraga menjadi bagian dari program perjalanan yang dirancang perusahaan.

Melihat perubahan tersebut, sejumlah penyedia layanan perjalanan mulai mengembangkan pendekatan yang lebih terintegrasi. Salah satunya dilakukan oleh OneTwoTripID melalui konsep Travel EO, yang menggabungkan layanan travel management dengan event organizer dalam satu sistem.

Chief Operating Officer (COO) OneTwoTripID, Mutiara Amaliani mengklaim, melalui pendekatan tersebut, kebutuhan mulai dari penyusunan konsep acara, pengelolaan perjalanan, koordinasi peserta, hingga pelaksanaan kegiatan di lokasi tujuan dapat ditangani secara terpadu. 

“Model layanan seperti ini dinilai mampu mengurangi kompleksitas koordinasi yang selama ini harus dilakukan perusahaan dengan banyak vendor,” kata Mutiara dalam keterangan tertulis, Sabtu 27 Juni 2026.

Mutiara mengatakan kebutuhan perusahaan saat ini memang telah mengalami perubahan dibanding beberapa tahun lalu.

Saat ini orang tidak lagi hanya mencari agen perjalanan atau event organizer secara terpisah, tetapi mitra yang mampu mengintegrasikan keduanya menjadi satu pengalaman yang efektif, efisien, dan berkesan," ujarnya.

Selain itu, kata dia, perubahan tren juga terlihat pada konsep perjalanan yang ditawarkan. Program perjalanan kini mulai dikombinasikan dengan berbagai aktivitas yang memberikan nilai tambah bagi peserta. Contohnya, perjalanan ke luar negeri tidak hanya berisi kunjungan ke destinasi wisata, tetapi juga aktivitas seperti morning run, wellness session, cultural immersion, hingga business networking.

Baca Juga :
Perkuat Keamanan Digital di Era Cloud & AI, BDO di Indonesia Tekankan Pentingnya Ketahanan Siber
Menpora Erick Thohir Ngamuk Ada Pelecehan Seksual di Perbakin, Usir dari Lingkungan Olahraga!
Pegadaian dan Pupuk Kaltim Teken MoU Demi Memperkuat Fondasi Ekonomi Bersama

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Prabowo Ingin Pangkas Jumlah BUMN dari 1.000 Menjadi 250 Perusahaan
• 7 jam lalukatadata.co.id
thumb
Kemenag Gelar Uji Kapasitas Bakal Calon Majelis Masyayikh Periode 2026–2031 Melalui Wawancara AHWA
• 21 jam lalupantau.com
thumb
Kabar Duka dari NTT, Dokter Icha Meninggal Dunia di Usia 27 Tahun
• 10 jam lalurctiplus.com
thumb
vivo X Fold6 Resmi Meluncur, Bawa Kamera Zeiss 200 MP dan Baterai 7.000 mAh Terbesar di HP Lipat
• 14 jam lalumedcom.id
thumb
Profil Dewi Soekarno, Istri Presiden Soekarno yang Disidang di Jepang Gegara Lempar Gelas ke Karyawan
• 17 jam lalugrid.id
Berhasil disimpan.