VIVA – Dalam ajaran Islam, memohon perlindungan dari siksa neraka merupakan salah satu doa yang sangat dianjurkan.
Doa ini bukan sekadar untaian kata, melainkan cerminan ketakwaan, rasa takut seorang hamba terhadap azab Allah, sekaligus besarnya harapan akan limpahan rahmat dan ampunan-Nya.
Begitu utamanya doa ini, hingga Rasulullah SAW bersama para sahabat pun dikenal senantiasa memanjatkannya agar diselamatkan dari kobaran api neraka.
Sebagai ikhtiar untuk menjauhkan diri dari siksaan tersebut, terdapat salah satu doa anjuran yang bisa diamalkan.
Berdasarkan tuntunan dari Habib Umar bin Hafidz, doa ini sangat dianjurkan untuk dibaca sebanyak tujuh kali, khususnya selepas menunaikan shalat Maghrib dan Subuh.
“Setelah shalat maghrib jangan ubah posisi dulu langsung baca doa ini,” saran Habib Umar bin Hafidz, dikutip dari ceramahnya di YouTube Berkah Sholawat.
Habib Umar bin Hafidz menyarankan agar doa ini dilafalkan sebanyak tujuh kali dengan penuh kekhusyukan.
“Baca tujuh kali setiap selesai shalat maghrib,” pesannya.
Keutamaan utama dari amalan ini adalah untuk membentengi sekaligus menjauhkan diri kita dari pedihnya siksa api neraka.
“Siapapun yang membaca doa ini tidak akan disentuh api neraka,” tandasnya.
Lantas, seperti apa bacaan doa setelah Maghrib yang memiliki keutamaan luar biasa untuk menyelamatkan kita dari siksa neraka tersebut?
اللَّهُمَّ أَجِرْنِي مِنَ النَّارِ
Baca: Allāhumma ajirnī min an-nār.
Artinya: Ya Allah, lindungilah aku dari api neraka.
- Ilustrasi AI ChatGPT
Itulah doa yang dimaksud. Menariknya, anjuran untuk memohon perlindungan dari api neraka ini ternyata tidak hanya berlaku setelah Maghrib, tetapi juga sangat disarankan untuk dibaca pada waktu Subuh.
Hal ini sebagaimana dalil hadis berikut ini.
Rasulullah SAW bersabda,
"Apabila seseorang selesai melaksanakan shalat (Maghrib atau Subuh), hendaklah sebelum ia berbicara membaca doa: 'Allahumma ajirni min an-naar' sebanyak tujuh kali. Karena jika ia mati pada malam atau hari itu, Allah akan mencatat baginya perlindungan dari neraka."
(HR. Abu Dawud, An-Nasa’i, dan Ahmad; dishahihkan oleh Al-Albani dalam Shahih Abu Dawud).
Di samping itu, terdapat pula versi doa yang lebih lengkap untuk dibaca di dalam shalat, tepatnya sebelum melakukan salam. Bacaan inilah yang menjadi salah satu doa yang paling sering dipanjatkan oleh Rasulullah ﷺ:





