VIVA – Rencana kembalinya legenda tinju dunia, Floyd Mayweather Jr., ke atas ring harus tertunda. Duel ekshibisi melawan juara dunia kickboxing 18 kali, Mike Zambidis, yang dijadwalkan berlangsung di Athena, Yunani, pada Sabtu waktu setempat resmi dibatalkan.
Pembatalan pertandingan terjadi setelah Mayweather terseret persoalan hukum yang diajukan perusahaan promotor CSI Sports Events. Gugatan tersebut membuat promosi pertandingan terhenti hingga akhirnya laga gagal digelar.
CSI Sports Events menuding Mayweather melanggar kontrak eksklusif yang telah disepakati sebelumnya. Perusahaan itu mengklaim telah membayar mantan juara dunia dengan rekor sempurna 50-0 tersebut sebesar US$4,65 juta untuk mempromosikan dan menjalani pertarungan melawan Mike Tyson serta Manny Pacquiao.
Dalam dokumen gugatan disebutkan CSI mengirimkan dana sebesar US$4,5 juta pada tahun lalu, ditambah pembayaran US$150 ribu sesaat sebelum duel kontra Zambidis diumumkan.
Akibatnya, CSI meminta pengadilan mengeluarkan perintah penghentian (injunction) agar pertarungan Mayweather melawan Zambidis tidak dapat dilaksanakan, sekaligus menuntut pengembalian seluruh dana yang telah dibayarkan.
Menurut laporan ESPN, pengacara CSI, Melissa Glass, menyatakan gugatan hukum tersebut secara efektif menghentikan seluruh proses penyelenggaraan pertandingan.
"Proses hukum yang berjalan, termasuk berbagai langkah hukum di Amerika Serikat maupun Yunani, telah menghentikan promosi, distribusi acara, hingga penjualan tiket," tulis Glass dalam surat kepada Pengadilan Distrik Selatan New York.
Meski begitu, peluang duel tersebut masih belum sepenuhnya tertutup. Glass menyebut pertandingan dapat dijadwalkan ulang apabila pengadilan nantinya menolak permohonan injunction yang diajukan CSI.
Selain persoalan hukum, kondisi di Athena juga disebut memengaruhi keputusan pembatalan. Situasi yang belum menentu membuat penyelenggara menilai pertandingan tidak lagi layak dijalankan dari sisi operasional maupun bisnis.
Promotor Front Row Fight Series, Keane Anis, mengungkapkan pihaknya telah menggelontorkan dana sekitar US$10 juta untuk mempersiapkan pertarungan tersebut, termasuk membayar Mayweather. Bahkan, platform streaming DAZN dikabarkan sempat menunjukkan minat menayangkan laga itu, namun memilih menunggu kepastian hukum sebelum mencapai kesepakatan.
Ironisnya, hanya beberapa hari sebelum pembatalan diumumkan, Mayweather masih terlihat optimistis pertandingan tetap berlangsung.





