Menteri Haji dan Umrah Republik Indonesia, Mochamad Irfan Yusuf, resmi membuka gelaran International Islamic Expo 2026 di Hall Jakarta International Convention Center (JICC), Senayan, Jakarta, pada Jumat pagi, 26 Juni 2026. Pameran yang dikenal sebagai bursa wisata muslim terbesar di Asia Tenggara ini akan berlangsung hingga 28 Juni mendatang.
Dalam sambutannya, Menteri Muhammad Irfan Yusuf menekankan bahwa ajang ini tidak boleh hanya menjadi sarana untuk memberangkatkan jemaah umrah dan haji asal Indonesia ke Tanah Suci. Pemerintah mendorong agar pameran ini bertransformasi menjadi pusat pertukaran pariwisata dua arah yang aktif menarik wisatawan mancanegara untuk berkunjung ke Indonesia.
"Kita tidak ingin ini hanya satu arah, warga kita diundang ke berumrah ataupun berhaji ke Saudi. Kita berharap bahwa ini juga kesempatan kita untuk mengenalkan Indonesia kepada masyarakat Saudi agar mereka juga bisa datang berwisata ke Indonesia," ujar Menteri Mochammad Irfan Yusuf yang dikutip Metro Siang.
Baca juga: Menhaj Gus Irfan Tekankan Pelayanan Jemaah Jadi Prioritas Ekosistem Haji dan Umrah
Untuk mewujudkan target tersebut, Kementerian Haji dan Umrah telah melakukan koordinasi dengan berbagai pihak terkait, termasuk Kementerian Pariwisata dan maskapai penerbangan nasional, Garuda Indonesia. Fokus utama dari kolaborasi ini adalah memaksimalkan potensi kapasitas penerbangan agar efisien dan memberikan keuntungan timbal balik bagi kedua negara.
Menteri Mochammad Irfan menjelaskan bahwa pengaturan jadwal penerbangan sedang dibicarakan agar tidak ada pesawat yang terbang atau kembali dalam keadaan kosong. Skema yang diharapkan adalah jemaah Indonesia terbang untuk melakukan ziarah, sementara wisatawan dari luar negeri, khususnya Arab Saudi, datang untuk berwisata ke Tanah Air.
"Ini kemarin kita sudah siapkan, kami Kementerian Haji, Kementerian Pariwisata, dan Garuda sudah bicarakan untuk bisa saling mengunjungi. Kita berkunjung ke sana untuk berziarah, sementara teman-teman dari Saudi ke sini untuk berwisata," tambahnya.
Melalui International Islamic Expo 2026, pemerintah berharap para agen perjalanan di Indonesia dapat berperan lebih aktif dalam mempromosikan destinasi wisata lokal kepada dunia internasional, sehingga potensi devisa dari sektor pariwisata dapat terus dioptimalkan.




