6 Ribu Pelari dari Dalam hingga Luar Negeri Ramaikan Green Force Run 2026 di Surabaya

suarasurabaya.net
16 jam lalu
Cover Berita

Sebanyak enam ribu pelari meramaikan Green Force Run (GFR) 2026 yang kembali digelar dengan titik start dan finis di kawasan Tugu Pahlawan, Surabaya, pada Minggu (28/6/2026).

“Jumlah peserta tahun ini meningkat dibanding tahun sebelumnya. Saat ini diikuti enam ribu peserta, kalau tahun lalu diikuti lima ribu peserta,” kata Anwar Fadhi Basily, Assistant Manager Sport and Entertainment DBL Indonesia kepada suarasurabaya.net.

Event lari tahunan itu, kata dia, selain diikuti peserta dari berbagai daerah di Indonesia, juga menarik perhatian peserta mancanegara. Tercatat puluhan pelari asing berasal dari Perancis, Italia, Jepang, Kenya, Korea, Belanda, Singapura, Inggris, hingga Amerika Serikat ambil bagian.

Para pelari Green Force Run di Jalan Pahlawan, Surabaya (28/6/2026). Foto: Risky suarasurabaya.net

Tahun ini, GFR 2026 mengusung kampanye “Lebih dari Lari”. Menurutnya, event lari tersebut bukan sekadar ajang olahraga, tetapi juga ruang perayaan kota, komunitas, dan gaya hidup masyarakat Surabaya.

“GFR juga memadukan event lari dengan pengenalan budaya, perkembangan, dan karakter multikultural Surabaya kepada peserta dari berbagai daerah di Indonesia hingga mancanegara,” ucapnya.

Dalam kesempatan itu, ia mengatakan bahwa gelaran GFR juga menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi Kota Surabaya (HJKS) ke-733 sekaligus perayaan ulang tahun Persebaya ke-98.

Pada pelaksanaan event lari dengan start dan finish di kawasan Tugu Pahlawan itu, sejumlah ruas jalan di Surabaya terdampak penutupan dan pengalihan arus selama kegiatan berlangsung.

Ruas jalan yang terdampak antara lain Jalan Tembaan, Jalan Pahlawan, Jalan Rajawali, Jalan Tunjungan, Jalan Ketabang Kali, Jalan Pemuda, Jalan Kembang Jepun, hingga kawasan Jembatan Merah.

Pengaturan lalu lintas dilakukan bertahap mulai pukul 04.45 hingga 08.30 WIB. Pihaknya mengimbau masyarakat untuk menyesuaikan perjalanan dan menggunakan jalur alternatif untuk menghindari kepadatan.

Adapun jalur alternatif yang disiapkan meliputi Jalan Kusuma Bangsa dan Jalan Dinoyo untuk arus utara ke selatan, Jalan Diponegoro dan Jalan Kedungdoro untuk selatan ke utara, serta Jalan Joyoboyo dan Jalan Jagir Wonokromo untuk akses barat ke timur maupun sebaliknya.(ris/iss)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Rencanakan Ketemu Rektor Sebulan Sekali, Prabowo: Saya Butuh Jumpa Orang Pintar
• 11 jam lalumedcom.id
thumb
Mengenal CNG, Alternatif Pengganti LPG 3 Kg yang Disiapkan Pemerintah
• 3 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Lippo Cikarang (LPCK) Sebut Nilai Buku Lahan Hibah Meikarta Rp291 Miliar
• 13 jam lalubisnis.com
thumb
Purbaya Kumpulkan Pajak dari Fintech-Kripot Rp53 T hingga Mei 2026
• 10 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Dishub Angkut Mobil yang Parkir Liar saat Malam Minggu di Senopati-Gunawarman
• 14 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.