JAKARTA, DISWAY.ID - Kementerian Pertahanan (Kemhan) menjelaskan pemeriksaan kesehatan terhadap peserta latihan dasar kemiliteran (Latsarmil) calon manajer Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) telah dilakukan sesuai prosedur.
Ketua Tim Kesehatan SPPI, Ichsan menjelaskan sejumlah tahapan pemeriksaan yang dilakukan yaitu mulai dari pemeriksaan fisik, laboratorium, rontgen hingga USG.
"Memang dari hasil pemeriksaan awal atau rikkes, kami sudah melaksanakan sesuai SOP. Pemeriksaannya dilakukan dengan pemeriksaan laboratorium, pemeriksaan fisik, rontgen, dan USG," kata Ichsan, Minggu, 28 Juni 2026.
Ichsan mengatakan saat pemeriksaan rontgen dilakukan tidak ditemukan indikasi tuberkulosis (TBC).
BACA JUGA:Makan Korban Lagi, Calon Manajer Kopdes Meninggal saat Latsarmil: Total Sudah 5 Orang
Namun, hasil diskusi dengan tenaga medis menunjukkan kondisi yang dialami peserta lebih mengarah pada pneumonia atau infeksi paru-paru akibat virus.
"Pada saat pemeriksaan rontgen itu tidak terdapat TBC. Sedangkan yang terakhir pada saat pemeriksaan itu adalah dari diagnosis Rumah Sakit Esnawan adalah TBC. Tetapi dari diskusi yang kami lakukan, itu bukan TBC tapi pneumonia atau infeksi paru-paru yang disebabkan oleh virus," jelasnya.
Sementara itu, Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kementerian Pertahanan, Mayjen Ketut Gede Wetan menambahkan proses seleksi kesehatan sebelumnya telah dilakukan oleh panitia seleksi nasional.
Namun, ia mengakui masih terdapat sejumlah penyakit yang tidak terdeteksi saat pemeriksaan awal.
BACA JUGA:Latsarmil SPPI Kopdes Kembali Makan Korban, Kini Total Empat Peserta Meninggal Dunia
"Dari proses awal sebelumnya sudah dilaksanakan proses oleh pansel seleksi nasional. Namun di kenyataannya ada memang penyakit-penyakit yang tidak terdeteksi," kata Ketut.
Ketut menjelaskan, pasca ditemukannya kasus penyakit paru pada salah satu peserta, Kemhan langsung melakukan pelacakan (tracing) terhadap peserta lain di lokasi pelatihan.
Langkah tersebut juga melibatkan Kementerian Kesehatan.
"Kementerian Kesehatan juga sudah turun langsung untuk menindaklanjuti tracking virus yang memang tidak terdeteksi pada seleksi sebelumnya," ujarnya.





