Pegiat media sosial Eko Kuntadhi menilai pemilihan presiden (Pilpres) 2029 berpotensi tidak berlangsung jika gesekan politik dan krisis ekonomi semakin membesar.
Menurutnya, pertarungan politik menuju 2029 kini justru terjadi di pucuk pimpinan istana, antara kubu Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka dengan kubu Presiden Prabowo Subianto.
"Ketika ada konflik elit, ketika ada gesekan politik yang makin lama makin membesar, lalu gesekan ini tercermin juga dalam krisis ekonomi, nah itu yang mungkin membuat arah politik atau arah perjalanan politik tidak normal-normal saja," ungkapnya dalam kanal YouTube 2045 TV, dikutip Minggu (28/6).
"Asumsinya kalau enggak normal-normal saja, maka 2029 sebagai sebuah titik untuk pergantian kekuasaan atau memilih pemimpin baru jangan-jangan malah tidak kejadian," imbuhnya.
Eko menambahkan, proses pergantian kekuasaan bisa terjadi jauh sebelum 2029 jika krisis ekonomi dan krisis politik berlangsung bersamaan. Kondisi itu, menurutnya, sangat membahayakan rakyat.
"Jangan-jangan prosesnya jauh sebelum itu karena apa? Karena kalau sudah krisis ekonomi berhimpitan dengan krisis politik, ini sangat membahayakan kita sebagai rakyat," tandasnya.
Baca Juga: Said Didu: Prabowo Cuma Presiden 2 Tahun, Sisanya Milik Gibran?
Sebagai catatan, sejumlah laporan investigasi, termasuk dari Tempo, mengungkapkan bahwa hubungan Presiden Prabowo dengan Presiden ke-7 Joko Widodo kini tidak seakrab dulu.
Jokowi disebut beberapa kali mengajukan permintaan bertemu, namun ruang pertemuan dibatasi oleh tim kepresidenan. Bahkan, pada awal Juni lalu, Jokowi tidak diundang dalam upacara resmi peringatan Hari Lahir Pancasila.





