Alasan perburukan penglihatan mata berhubungan dengan otak

antaranews.com
6 jam lalu
Cover Berita
Jakarta (ANTARA) - Masalah mata terkadang dianggap sebagai masalah rutin, sesuatu yang dapat diperbaiki dengan kacamata baru, obat tetes mata, atau kunjungan ke dokter mata.

Nyatanya, tidak setiap keluhan penglihatan dimulai dari mata. Dalam beberapa kasus, gejala yang sudah biasa dialami banyak orang, seperti penglihatan ganda, yang terkadang dikaitkan dengan kekuatan mata, sebenarnya dapat mengindikasikan masalah neurologis yang mendasarinya.

“Sinyal visual berjalan dari mata melalui saraf optik, kiasma optik, dan traktus optik sebelum mencapai korteks visual di lobus oksipital. Gangguan apa pun di sepanjang jalur saraf ini, baik karena tumor, peningkatan tekanan, atau kejadian vaskular, dapat pertama kali muncul sebagai keluhan penglihatan," kata Konsultan Bedah Saraf Rumah Sakit dan Pusat Penelitian Medis PD Hinduja, Mahim Dr. Abhijit G Warade dalam siaran Hindustan Times pada Sabtu (27/6).

Baca juga: Penelitian: Kecemasan dan vertigo bisa jadi indikasi tumor otak jinak

Baca juga: Dokter: Pentingnya deteksi dini untuk kesempatan hidup yang lebih baik

Warade mengatakan mata sebenarnya adalah perpanjangan dari otak. Jika penglihatan bermasalah, bisa saja dikaitkan sebagai tanda-tanda pertama terkena tumor otak.

Beberapa jenis tumor yang menyebabkan hal tersebut, karena tumor dapat mengganggu jalur saraf yang terlibat dalam penglihatan. Dia menyoroti Adenoma Hipofisis sebagai salah satu tumor tersebut.

Ini adalah salah satu tumor yang paling umum di wilayah ini dan biasanya bersifat jinak. Namun, hal itu dapat menyebabkan kehilangan penglihatan secara bertahap, yang mengkhawatirkan, karena ahli bedah saraf tersebut menyatakan kekhawatiran bahwa pasien tidak menyadarinya sejak dini.

Jenis tumor lain yang dapat mempengaruhi penglihatan adalah kraniofaringioma, yang dapat ditemukan pada anak-anak dan orang dewasa. Ahli bedah saraf menambahkan bahwa tumor ini umumnya bersifat kongenital dan berkembang di daerah yang sama dengan kelenjar pituitari. Bersamaan dengan keluhan penglihatan, dan disertai dengan defisiensi hormonal.

Dr. Warade juga menyebutkan meningioma di daerah sella atau suprasella, yang tumbuh dekat dengan saraf optik dan kelenjar pituitari, dan saat tumbuh, tumor ini menekan jalur visual, yang mengakibatkan masalah penglihatan progresif, termasuk penglihatan kabur atau kehilangan penglihatan perifer.

Tumor terakhir yang ditemukan dokter adalah glioma jalur optik, yang berkembang langsung di sepanjang jalur optik. Jalur ini membawa sinyal visual dari mata ke otak. Karena merusak saraf yang terlibat dalam penglihatan, hal ini menyebabkan kehilangan penglihatan.

Namun, Dr. Warade meyakinkan bahwa semua tumor ini dapat diobati secara bedah dan dengan intervensi tepat waktu, hasil yang baik dapat dicapai dan pemulihan penglihatan yang hilang secara signifikan dimungkinkan. Penting bagi Anda untuk dapat mengidentifikasi tanda-tanda bahaya neurologis berikut: kehilangan penglihatan mendadak, penglihatan ganda yang baru muncul, atau kerusakan lapang pandang yang progresif.

Baca juga: Dokter: Deteksi dini tingkatkan keberhasilan penanganan tumor otak

Baca juga: Dokter tekankan penanganan utama tumor otak dengan operasi

Baca juga: Sakit kepala konsisten timbul pagi hari bisa menjadi gejala tumor otak


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Warga Mulai Padati Bundaran HI, Saksikan Kemeriahan Malam Puncak HUT Ke-499 Jakarta!
• 19 jam lalukompas.tv
thumb
Appi Target Gedung Seni Makassar Rampung 2028
• 19 jam lalucelebesmedia.id
thumb
Zulhas Sebut 36 Ribu Kopdes Merah Putih Mulai Beroperasi Akhir 2026
• 15 jam lalumetrotvnews.com
thumb
AS dan Iran Kembali Saling Serang Pasca-Tandatangani Perjanjian Damai
• 15 jam laluokezone.com
thumb
Momen Pramono-Rano Diiringi Tanjidor Hadiri Puncak HUT Jakarta
• 20 jam laluliputan6.com
Berhasil disimpan.