Prabowo Targetkan Pangkas 1.000 BUMN jadi 250 Perusahaan

bisnis.com
13 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, JAKARTA — Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan pemerintah telah menutup lebih dari 200 badan usaha milik negara (BUMN) sebagai bagian dari upaya restrukturisasi dan efisiensi perusahaan pelat merah. Ke depan, BUMN ditargetkan dipangkas hingga hanya tersisa sekitar 250 perusahaan.

Pernyataan tersebut disampaikan Prabowo saat menghadiri penutupan Sarasehan Kebangsaan Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri 2026 di Jakarta Convention Center (JCC) Senayan, Jakarta, Minggu (28/6/2026).

Dalam kesempatan itu, Presiden mengatakan, pemerintah segera menindaklanjuti berbagai usulan yang disampaikan para akademisi dan peserta sarasehan, termasuk terkait peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui program beasiswa doktor bagi dosen.

"Saya dengar banyak usul yang sangat baik, sangat masuk akal, dan akan segera kita tindak lanjuti. Sebagai contoh, usul alokasi beasiswa doktor bagi dosen baik di perguruan tinggi negeri maupun swasta, ini usul yang sangat baik, ini akan kita tindak lanjuti," kata Prabowo.

Selain itu, Presiden juga menyambut positif usulan agar setiap BUMN mengalokasikan sebagian laba perusahaan untuk mendukung kegiatan riset dan inovasi nasional.

Menurut Prabowo, gagasan tersebut sejalan dengan upaya pemerintah memperkuat ekosistem riset dan pengembangan teknologi di dalam negeri. Namun, ia mengingatkan bahwa kemampuan BUMN untuk mendanai riset sangat bergantung pada kinerja keuangan masing-masing perusahaan.

Baca Juga

  • Prabowo Pastikan Dengar Aspirasi Rakyat: Usul Lewat TikTok Saya Tindak Lanjuti
  • Prabowo Akui Butuh Berbincang dengan Akademisi: Saya Ingin Jumpa Orang Pintar
  • Cerita Prabowo Tanya ke Profesor-profesor Soal Gandum hingga Kelapa Sawit

"Diusulkan agar tiap BUMN mengalokasikan sebagian laba mereka untuk riset dan inovasi. Ini bagus usulnya. Masalahnya, BUMN-BUMN ini ada labanya enggak? Sekarang mulai ada," ujarnya.

Prabowo mengakui selama ini banyak BUMN menghadapi persoalan tata kelola dan efisiensi. Karena itu, pemerintah tengah melakukan penataan besar-besaran terhadap perusahaan pelat merah.

"Ini sedang kita bersihkan, sedang kita tertibkan," katanya.

Presiden mengungkapkan, dari lebih dari 1.000 BUMN yang ada sebelumnya, pemerintah telah menutup lebih dari 200 perusahaan. Jumlah tersebut akan terus dikurangi hingga hanya tersisa sekitar 250 BUMN.

"Dari 1.000 lebih BUMN, sekarang kita sudah tutup lebih dari 200. Nantinya kita akan bikin tinggal 300. Ujungnya nanti 250. Bayangkan, lebih dari 750 kita tutup," ujar Prabowo.

Menurut dia, banyaknya jumlah BUMN selama ini menyebabkan tingginya biaya operasional, terutama untuk membiayai struktur manajemen dan komisaris.

"750 dirut, 750 direksi kali empat atau kali lima, 750 komisaris kali 10. Overhead-nya seperti apa, gajinya seperti apa. Ini uang rakyat semua," katanya.

Prabowo menegaskan pemerintah ingin membangun BUMN yang lebih rasional, efisien, dan berorientasi pada kepentingan publik. Ia menargetkan proses penataan tersebut dapat diselesaikan dalam waktu dua tahun.

"Kita mau sekarang rasional, efisien, dan ini kita buktikan, dan ini kita lakukan. Saya minta dalam tahun ini harus selesai," ujarnya.

Presiden menambahkan, reformasi tersebut diharapkan dapat menghasilkan BUMN yang lebih transparan, sehat secara finansial, serta mampu memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat.

"Dalam 2 tahun kita akan bikin BUMN-BUMN lebih efisien, lebih transparan, lebih bekerja untuk rakyat," kata Prabowo.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Weidenmann Urban x Willy Winarko, Lahirkan Sepatu Kolaborasi Bertema Perjalanan Hidup
• 5 jam lalutabloidbintang.com
thumb
HUT ke-544 Kota Bogor, Dedie ajak warga berpegang pada Tritangtu
• 21 jam laluantaranews.com
thumb
Jadwal dan Link Live Streaming Veda Ega di Moto3 Belanda 2026: Harapan Indonesia di Assen
• 10 jam lalumedcom.id
thumb
Gerindra Sebut MBG Serap 1,3 Juta Pekerja
• 17 jam laluliputan6.com
thumb
Stasiun Gambir Segera Terhubung Layanan KRL, Akses Penumpang Makin Mudah
• 2 jam laludisway.id
Berhasil disimpan.