BERBEDA dengan putaran final Piala Dunia sebelum-sebelumnya yang berlangsung dalam dua babak masing-masing 45 menit, pada Piala Dunia 2026 ritme pertandingan praktis terbagi menjadi empat segmen permainan berdurasi sekitar 22–23 menit.
Hal ini terjadi karena diterapkannya aturan baru berupa hydration break pada menit ke-22–23 dan 67–68.
Pada kedua momen tersebut, wasit menghentikan pertandingan selama sekitar tiga menit agar para pemain dapat minum dan menerima instruksi dari pelatih.
Secara resmi, FIFA menjelaskan hydration break diterapkan untuk melindungi kesehatan pemain mengingat sebagian pertandingan berlangsung pada musim panas di Amerika Utara.
Presiden FIFA, Gianni Infantino, menegaskan, kebijakan tersebut didasarkan pada pertimbangan olahraga, bukan kepentingan komersial.
Baca juga: Messi dan Seni Kepemimpinan
Namun dalam praktiknya, jeda tersebut juga membuka ruang bagi penyelenggara dan pemegang hak siar untuk menghadirkan berbagai bentuk hiburan dan tayangan iklan.
Akibatnya, pertandingan sepak bola semakin memperlihatkan karakter sebagai sebuah produk hiburan (sports entertainment), sebagaimana lazim dijumpai dalam budaya olahraga Amerika Serikat.
Di stadion, khususnya di 11 stadion yang terdapat di Amerika Serikat, penonton disuguhi penampilan marching band, cheerleaders, serta berbagai atraksi hiburan lainnya.
Sementara itu, siaran televisi memanfaatkan jeda tersebut untuk menayangkan iklan komersial.
Bagi masyarakat AS, pemandangan tersebut bukanlah sesuatu yang baru.
Dalam kompetisi olahraga seperti National Collegiate Athletic Association (NCAA), National Football League (NFL), maupun National Basketball Association (NBA) , pertandingan tidak semata dipandang sebagai kompetisi olahraga, tetapi juga sebagai sebuah paket hiburan. .
Marching band, cheerleaders, maskot, musik, kuis penonton, hingga tayangan iklan telah lama menjadi bagian dari pengalaman menonton olahraga.
Seluruh elemen tersebut dirancang untuk memperkuat keterlibatan penonton sekaligus meningkatkan nilai hiburan sebuah pertandingan.
Sebaliknya, tradisi sepak bola selama ini dikenal karena ritme permainannya yang mengalir.
Selama 45 menit setiap babak, pertandingan berlangsung hampir tanpa jeda, kecuali terjadi cedera atau insiden tertentu.





