Viral TKW Asal Cianjur Bersimbah Darah Minta Tolong Dipulangkan dari Libya

kumparan.com
9 jam lalu
Cover Berita

Beredar video memperlihatkan seorang tenaga kerja wanita (TKW) asal Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, yang menangis dengan wajah berlumuran darah sambil meminta dipulangkan ke Indonesia.

Perempuan bernama Ai Juariah (43) itu diduga menjadi korban tindak pidana perdagangan orang (TPPO) saat bekerja sebagai asisten rumah tangga (ART) di Libya.

Dalam video berdurasi 59 detik, Ai terlihat menangis histeris sambil mengusap darah yang mengalir dari hidungnya. Ia memohon bantuan Presiden Prabowo Subianto dan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi agar bisa segera dipulangkan ke Tanah Air.

Ai mengaku sudah tidak sanggup lagi bekerja karena beban pekerjaan yang melebihi kemampuan fisiknya. Kondisi tersebut juga disebut telah memengaruhi kesehatan mentalnya.

Camat Ciranjang, Hendri Prasetyadhi, membenarkan perempuan dalam video viral itu merupakan warga Kampung Babakan Turuy, Desa Karangwangi, Kecamatan Ciranjang, Kabupaten Cianjur.

"Benar, perempuan yang ada di video viral tersebut merupakan warga kami bernama Ai Juariah asal Desa Karangwangi, Ciranjang. Beliau saat ini bekerja sebagai ART di Libya sejak 14 bulan lalu," kata Hendri kepada kumparan, Minggu (28/6).

Diduga Korban TPPO

Hendri mengatakan Ai diduga menjadi korban TPPO. Dugaan itu muncul karena sejak awal keberangkatan, keluarga tidak pernah menerima informasi maupun salinan dokumen resmi terkait proses penempatan Ai ke Libya.

Berdasarkan keterangan keluarga, Ai diduga mengalami eksploitasi selama bekerja. Ia dipaksa bekerja di luar batas kemampuannya tanpa waktu istirahat yang memadai.

"Luka yang dialaminya itu, informasinya karena Ai terjatuh, setelah tidak kuat dengan beban kerja yang diberikan oleh majikannya di Libya. Diketahui, sejak kali pertama diberangkatkan, Ai sudah lima kali ganti majikan," jelas Hendri.

Pemerintah Kecamatan Ciranjang, lanjut Hendri, akan berkoordinasi dengan Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Cianjur untuk menelusuri proses penempatan Ai sekaligus mengupayakan pemulangannya ke Indonesia.

"Kita juga cek, terkait dengan seluruh proses atau dokumen pemberangkatannya apakah sudah sesuai prosedur atau sebaliknya," ujarnya.

Sponsor Sulit Dihubungi

Suami Ai, Ujang Suryana, mengaku tidak pernah menerima dokumen resmi terkait keberangkatan istrinya ke Libya. Menurutnya, ia hanya diminta menandatangani surat persetujuan sebagai suami oleh pihak sponsor.

"Sejak 14 bulan lalu, saya hanya menandatangani surat izin suami yang diberikan oleh pihak sponsor yang memberangkatkan istri saya," kata Ujang.

Ia juga mengaku kini kesulitan menghubungi pihak sponsor yang memberangkatkan istrinya. Bahkan, sejak video Ai viral, pihak sponsor disebut sudah tidak dapat dihubungi.

"Saya berharap pemerintah dapat menelusuri keberadaan dan segera memulangkan istri saya. Karena, saya sangat khawatir dengan kondisi istri saya di Libya," ujarnya.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Mantena Cup 2026 Jadi Ajang Pemanasan Rider Indonesia Menuju Asian Games 2026
• 20 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Respons Sekjen PSI Usai Jokowi Beri Sinyal Keanggotaan
• 4 jam laludetik.com
thumb
Daftar Lengkap Negara yang Lolos Babak 32 Besar Piala Dunia 2026
• 10 jam laluharianfajar
thumb
Saat Buruh Angkut Gabah Beradu Cepat dalam Tradisi Balap Manol
• 23 jam lalurepublika.co.id
thumb
Menteri PPPA Apresiasi Penanganan Kasus Dugaan Penyekapan dan Penganiayaan yang Dilakukan Taufiq Hidayat Terhadap YTR di Bandung
• 23 jam laluerabaru.net
Berhasil disimpan.