Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menegaskan berbagai kebijakan pengendalian tembakau yang diterapkan pemerintah tidak bertujuan mematikan industri hasil tembakau, melainkan melindungi kesehatan masyarakat, khususnya anak-anak dan generasi muda.
Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular Kemenkes Benget Saragih mengatakan penguatan regulasi tembakau merupakan bagian dari upaya pemerintah menekan prevalensi perokok dan mencegah munculnya perokok baru di usia muda.
"Kami ingin menegaskan bahwa kebijakan pengendalian tembakau bukan untuk mematikan industri. Tujuan utamanya adalah melindungi kesehatan masyarakat dan memastikan generasi mendatang terbebas dari dampak buruk konsumsi rokok," kata Benget di Jakarta, Jumat (26/6/2026).
Baca Juga: Kemenkes Bakal Rekonstruksi Wajah Korban Penyekapan di Bandung
Menurutnya, pemerintah memiliki tanggung jawab untuk menjaga keseimbangan antara kepentingan kesehatan masyarakat dan aspek ekonomi. Karena itu, setiap kebijakan terkait tembakau selalu dibahas melalui proses harmonisasi dengan berbagai kementerian dan lembaga terkait.
Benget menjelaskan Indonesia masih menghadapi tantangan besar dalam pengendalian konsumsi tembakau. Berbagai data menunjukkan jumlah perokok di Indonesia masih sangat tinggi, termasuk di kalangan anak dan remaja.
Kondisi tersebut menjadi salah satu alasan pemerintah memperkuat regulasi, mulai dari pembatasan iklan, promosi, dan sponsor produk tembakau hingga upaya memperluas edukasi mengenai bahaya merokok.
Ia menambahkan kebijakan kesehatan yang diterapkan pemerintah sejalan dengan upaya menekan beban penyakit tidak menular yang terus meningkat. Konsumsi rokok diketahui menjadi salah satu faktor risiko utama berbagai penyakit seperti kanker, penyakit jantung, stroke, dan gangguan pernapasan.
"Kesehatan masyarakat tetap menjadi prioritas. Namun pada saat yang sama pemerintah juga memahami pentingnya menjaga iklim usaha dan lapangan kerja," ujarnya.
Karena itu, Kemenkes mendorong seluruh pemangku kepentingan untuk melihat regulasi pengendalian tembakau sebagai langkah perlindungan kesehatan publik, bukan sebagai kebijakan yang ditujukan untuk menghambat industri.
Pemerintah berharap penguatan regulasi dapat menurunkan angka perokok, terutama di kalangan anak dan remaja, sekaligus mengurangi beban kesehatan yang ditimbulkan akibat konsumsi produk tembakau dalam jangka panjang.





