Bekasi, VIVA - Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) kerap dikhawatirkan akan menekan daya beli masyarakat, termasuk untuk pembelian kendaraan bermotor. Namun, kondisi yang terjadi di pasar justru menunjukkan arah berbeda.
PT Astra Honda Motor (AHM) mengungkapkan bahwa hingga saat ini kenaikan harga BBM belum memberikan dampak signifikan terhadap permintaan sepeda motor. Bahkan, tren penjualan masih menunjukkan pertumbuhan positif di berbagai segmen.
Marketing Director PT Astra Honda Motor (AHM), Octavianus Dwi, mengatakan masyarakat masih melihat sepeda motor sebagai moda transportasi yang paling efisien untuk menunjang mobilitas sehari-hari.
"Kalau harga BBM naik, sebenarnya belum berdampak. Karena bagi konsumen, sepeda motor Honda dikenal irit bahan bakar dan tetap menjadi pilihan terbaik untuk memenuhi kebutuhan mobilitas," ujarnya belum lama ini
Menurut Octavianus, kondisi tersebut terlihat dari permintaan pasar yang hingga kini masih terus bergerak naik. Bahkan, hampir seluruh lini produk Honda mengalami peningkatan penjualan, mulai dari skutik entry level hingga motor premium.
"Sejauh ini belum terlihat ada peralihan ke motor bebek karena alasan lebih irit. Justru hampir semua segmen naik. BeAT naik, PCX naik, termasuk ADV juga naik," katanya.
Fenomena ini sekaligus mematahkan anggapan bahwa masyarakat hanya akan mencari kendaraan paling murah ketika harga BBM meningkat. Faktanya, konsumen tetap mempertimbangkan kenyamanan, fitur, dan kebutuhan mobilitas saat memilih sepeda motor.
Tak hanya itu, Honda juga melihat adanya perubahan pola penggunaan kendaraan di kalangan masyarakat. Jika sebelumnya mobil menjadi pilihan utama, kini banyak konsumen mulai mengombinasikan penggunaan mobil dan motor sesuai kebutuhan perjalanan.
Namun, menurut Octavianus, bukan berarti masyarakat menjual mobil mereka untuk beralih sepenuhnya ke sepeda motor.
"Saya tidak berani bilang begitu. Yang lebih tepat, mereka tetap mempertahankan mobilnya, tetapi untuk mobilitas tertentu mulai memakai motor. Jadi mengombinasikan moda transportasi yang dimiliki," jelasnya.
Ia menilai kondisi tersebut juga bisa dirasakan langsung di jalan raya yang semakin padat oleh kendaraan roda dua, terutama di sejumlah wilayah perkotaan.





