Evaluasi Besar-besaran, Prabowo Ingin Pangkas BUMN dari 1.000 Menjadi 300

idxchannel.com
10 jam lalu
Cover Berita

Dia menilai pengurangan jumlah BUMN diperlukan untuk menekan biaya overhead yang selama ini membebani keuangan negara.

Evaluasi Besar-besaran, Prabowo Ingin Pangkas BUMN dari 1.000 Menjadi 300. (Foto: Sekretariat Presiden)

IDXChannel—Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan tengah melakukan evaluasi dan penertiban besar-besaran terhadap Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang dinilai membebani keuangan negara. 

Langkah tersebut dilakukan untuk meningkatkan efisiensi dan memastikan uang rakyat dikelola secara optimal.

Baca Juga:
Prabowo Tekankan Indonesia Bisa Bangkit Jika Para Elite Bersatu dan Bekerja Sama

Hal itu disampaikan Prabowo saat menghadiri penutupan Sarasehan Kebangsaan Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri (KSTI) Indonesia 2026 di Jakarta Convention Center (JCC), Senayan, Jakarta, Minggu (28/6/2026).

Dalam kesempatan itu, Prabowo membacakan salah satu usulan dari para guru besar mengenai alokasi dana riset perguruan tinggi yang bersumber dari sebagian laba BUMN.

Baca Juga:
Prabowo: Kenapa Indonesia Selama 81 Tahun Tidak Bisa Bikin Mobil Buatan Sendiri?

“Tiap BUMN mengalokasikan sebagian laba mereka untuk riset ya, inovasi. Ini bagus ya, usul. Masalahnya, BUMN ini ada labanya enggak? Sekarang mulai ada? Terima kasih, Danantara, ya, terima kasih. Satu tahun ini sudah mulai ada laba, ya,” kata Prabowo.

Menurut Prabowo, selama ini tidak sedikit BUMN yang tidak menghasilkan keuntungan dan tetap membebani negara dengan biaya operasional serta pembayaran gaji para direksi serta komisaris.

Baca Juga:
Isu Harga Gas Industri Jadi Atensi Prabowo, Bakal Ditentukan dalam 1-2 Hari

“Masalahnya kemarin ini BUMN-BUMN ini, ya kita sudah tahulah, ya, sudah lama jadi orang Indonesia saudara sudah mengerti. Ini sedang kita bersihkan, sedang kita tertibkan,” ujarnya.

Prabowo kemudian menanyakan kepada Kepala BP BUMN Dony Oskaria mengenai target efisiensi jumlah perusahaan pelat merah. Ia menyebut jumlah BUMN yang saat ini mencapai lebih dari 1.000 perusahaan dapat dipangkas hingga tersisa sekitar 250 perusahaan.

“Dari 1.000 lebih BUMN sekarang kita sudah tutup lebih dari 200. Nantinya kita akan bikin tinggal 300-lah. Gimana, Pak Dony? Ujungnya, kita bisa berapa BUMN? Ujungnya nanti 250?” tanya Prabowo disambut anggukan oleh Dony.

Dia menilai pengurangan jumlah BUMN diperlukan untuk menekan biaya overhead yang selama ini membebani keuangan negara.

“Bayangkan, lebih dari 750 kita tutup. 750 dirut, 750 direksi kali empat atau kali lima. 750 komisaris, dikali 10. Overhead-nya kayak apa, gajinya kayak apa. Saudara-saudara, ini uang rakyat semua. Perusahaan tidak untung, hanya bayar overhead,” lanjut Prabowo.


(Nadya Kurnia)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Bantu Pemakaman Jenazah 200 Kg, Damkar Depok Turunkan Tandu Khusus
• 9 jam lalukumparan.com
thumb
Shin Tae-yong Dikabarkan Tolak Mariano Peralta: Kejutan Eks Tottenham Hotspur Son Heung-min Gabung Persija Jakarta?
• 1 jam laluharianfajar
thumb
Santunan Kemenhan ke Keluarga Manajer Kopdes Disorot: Denda Lebih Mahal dari Nyawa
• 10 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
AI Tak Bisa Gantikan Kasih Sayang dan Pendampingan Ayah, Ini Pesan Pemerintah
• 7 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Hal-hal yang Tidak Diunggah Orang Cerdas di Media Sosial
• 8 jam lalubeautynesia.id
Berhasil disimpan.