Bisnis.com, JAKARTA – Bursa Efek Indonesia (BEI) bakal kedatangan jajaran direksi anyar untuk periode jabatan 2026—2030. Iding Pardi, eks Direktur Utama KPEI, kini didapuk menjabat Direktur Pengembangan BEI pada periode tersebut.
Susunan direksi BEI baru yang ditetapkan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) akan efektif setelah memperoleh persetujuan pemegang saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) BEI yang dijadwalkan berlangsung pada 29 Juni 2026.
Iding Pardi merupakan pria kelahiran Majalengka, Jawa Barat pada 1975. Pria ini memiliki pengalaman lebih dari 20 tahun di pasar modal RI dengan jabatan terakhir sebagai Direktur Utama di PT Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI) sejak Juni 2022.
Iding semula memulai karirnya di KPEI sebagai staf pemantauan risiko pada periode 1999—2005. Pekerjaan di KPEI dia dapatkan setelah 2 tahun lulus dari program studi Administrasi Bisnis Universitas Indonesia pada 1997.
Baru pada 2005, Iding pertama kali menduduki jabatan sebagai kepala unit. Saat itu, Iding dipercaya mengepalai Unit Pengkajian dan Pengembangan Bisnis. Jabatan itu diemban Iding hingga 8 tahun lamanya.
Pada 2013—2018, Iding dipercaya menjabat sebagai Kepala Divisi Riset dan Pengembangan Bisnis KPEI. Dalam jabatan itu, Iding memimpin fungsi perencanaan bisnis, pengelolaan strategi, pemantauan kinerja, hingga manajemen proyek strategis perusahaan.
Selepas jabatan tersebut, Iding dipercaya sebagai Direktur Risk Management, IT Development, HR & General Affairs KPEI pada periode 2018—2022. Di bawah Iding, penyelesaian transaksi pasar modal yang semula T+3 diubah menjadi T+2, dengan harapan penyelarasan praktik dengan standar global.
Dalam jabatan ini, Iding memimpin fungsi strategis yang mencakup manajemen risiko, pengembangan teknologi informasi, SDM, hingga general affairs.
Baru pada 2022, Iding menjabat sebagai Dirut KPEI. Di sana, dia mengembangkan infrastruktur Tripatry Repo dan fungsi Tripatry Agent untuk mendukung secured financing, mobilisasi agunan, dan pendalaman pasar pada segmen pasar modal maupun pasar antarbank.
Iding saat ini tengah menjalani Program Doktoral di Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Indonesia. Sebelumnya, dia juga telah mengemban pendidikan Magister Manajemen Risiko di kampus yang sama.
Adapun, sebelumnya, Direktur Pengembangan BEI dijabat oleh Jeffrey Hendrik sejak RUPST 29 Juni 2022, sebelum akhirnya diangkat menjadi Pjs. Direktur Utama setelah Iman Rachman mengundurkan diri dari kursi tersebut, beberapa hari setelah pengumuman MSCI Inc. mengenai transparansi pasar modal RI.
Berikut daftar lengkap calon anggota direksi BEI terpilih 2026-2030:- Direktur Utama: Jeffrey Hendrik
- Direktur Penilaian Perusahaan: Saidu Solihin
- Direktur Perdagangan dan Pengaturan Anggota Bursa: Irvan Susandy
- Direktur Pengawasan Transaksi dan Kepatuhan: Abdul Munim
- Direktur Pengembangan: Iding Pardi
- Direktur Keuangan, Sumber Daya Manusia, dan Umum: Umi Kulsum




