Hacker Rusia Diduga Dalang Serangan ke Jaguar Land Rover, Kerugian Capai Rp 44 T

kumparan.com
5 jam lalu
Cover Berita

Raksasa otomotif Jaguar Land Rover (JLR) yang merupakan salah satu perusahaan dengan jumlah pekerja terbesar di Inggris, menjadi korban serangan siber besar-besaran pada tahun 2025 lalu. Insiden tersebut membuat aktivitas produksi perusahaan lumpuh selama berbulan-bulan dan bahkan ikut menghantam perekonomian Inggris.

Dampaknya disebut sangat serius hingga pemerintah Inggris turun tangan menyelamatkan perusahaan dengan paket bantuan senilai 1,5 miliar poundsterling (sekitar Rp 33 triliun). Sementara itu, sejumlah estimasi menyebut total kerugian terhadap ekonomi Inggris akibat serangan ini mencapai 2,5 miliar dolar AS atau sekitar Rp 44,59 triliun.

Selama berbulan-bulan, identitas pelaku hanya menjadi bahan spekulasi. Dilansir The New York Times, menurut sebuah sumber yang terlibat dalam penyelidikan menyebut bahwa kelompok hacker di balik pembobolan tersebut diduga berasal dari Rusia.

Kendati begitu, belum ada kepastian apakah para peretas tersebut bekerja langsung untuk pemerintahan Presiden Vladimir Putin, beroperasi sebagai kelompok kriminal independen, atau berada di wilayah abu-abu yakni kelompok kriminal yang bergerak dengan persetujuan diam-diam dari pemerintah.

Laporan itu menyebut Microsoft telah melacak aktivitas kelompok peretas Rusia tersebut dan memberikan informasi kepada Jaguar Land Rover terkait identitas para pelaku.

Namun penyelidikan kasus ini ternyata melibatkan lebih banyak pihak. Sejumlah sumber mengatakan bahwa FBI, National Crime Agency (NCA) Inggris, National Cyber Security Centre (NCSC), unit keamanan siber Mandiant milik Google, serta Palo Alto Networks turut ambil bagian dalam investigasi.

Dalam perkembangannya, penyelidikan juga menemukan bahwa kelompok peretas Rusia bukan satu-satunya pihak yang berhasil menembus jaringan JLR.

Menurut laporan tersebut, seorang peretas asal Yordania yang menggunakan nama samaran Rey juga diketahui berhasil menyusup ke sebagian jaringan perusahaan.

Temuan ini menambah kompleksitas kasus, sekaligus menunjukkan bagaimana serangan terhadap infrastruktur digital perusahaan besar kini dapat melibatkan lebih dari satu aktor dengan motif dan tingkat keterlibatan yang berbeda-beda.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Jaecoo Klaim Sudah Kirim 20.000 Unit J5 EV
• 6 jam lalumedcom.id
thumb
Pabrik Jepang Batal Angkat Kaki dari RI, PHK Massal Berhasil Diredam hingga 2030
• 56 menit laluwartaekonomi.co.id
thumb
Efisiensi Signifikan Anggaran MBG, Fokus Perbaikan SDM
• 6 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Lagi Nebang Bambu, Warga di Bogor Temukan Mayat Pria di Sungai Cisadane
• 22 jam laludetik.com
thumb
Korban Tewas Gempa Kembar di Venezuela Naik Jadi 920 Orang, Ribuan Warga Terluka
• 14 jam lalupantau.com
Berhasil disimpan.