Tentara paramiliter berjaga di luar kantor Sindh Rangers, sebuah pasukan paramiliter, menyusul ledakan dan tembakan yang dilaporkan terjadi pada Sabtu malam di Karachi, Pakistan, Minggu (28/6/2026). Ledakan akibat serangan bom dan tembakan tersebut menyebabkan tiga anggota pasukan paramiliter dan melukai empat lainnya. (REUTERS/Akhtar Soomro)
2/7Para militan dari Jamaat-ul-Ahrar, sebuah faksi Taliban Pakistan, meledakkan bahan peledak di pintu masuk kamp Rangers di lingkungan Gulistan-i-Jauhar, Karachi, sebelum melepaskan tembakan ke arah pasukan, kata militer dalam sebuah pernyataan. (REUTERS/Akhtar Soomro)
Saksi mata mengatakan mereka mendengar ledakan keras diikuti oleh tembakan di sepanjang jalan utama dekat beberapa universitas dan departemen meteorologi Pakistan. (REUTERS/Akhtar Soomro)
4/7Mohammad Bakhsh mengatakan dia sedang berdoa di masjid terdekat ketika dia mendengar ledakan itu. "Tanah terasa seperti saat terjadi gempa bumi," kata pria berusia 40 tahun yang menjalankan restoran di daerah itu. (REUTERS/Akhtar Soomro)
Serangan ini dapat memicu pertempuran antara Pakistan dan Afghanistan dan mendorong Islamabad untuk melancarkan lebih banyak serangan udara terhadap negara tetangganya. Sekutu yang kini menjadi musuh ini telah terlibat dalam konflik sporadis sejak pertempuran terburuk mereka dalam beberapa tahun terakhir pada bulan Februari, dengan ratusan orang tewas dalam konflik tahun ini. (REUTERS/Akhtar Soomro)
6/7Islamabad menyalahkan Kabul karena melindungi militan yang menurut mereka merencanakan serangan di Pakistan, tetapi Taliban Afghanistan membantah tuduhan tersebut dan mengatakan bahwa militansi adalah masalah internal Pakistan.
7/7Serangan ini adalah yang paling signifikan di Karachi sejak ledakan yang menargetkan konvoi Tiongkok pada Oktober 2024, yang menewaskan dua warga negara China.(REUTERS/Akhtar Soomro)
Add as a preferredsource on Google




