JAKARTA, DISWAY.ID-- Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruar Sirait atau Ara, tiba di Kalipasir, Kebon Sirih, Jakarta Pusat, menggunakan mobil sedan klasik Mercedes Bensz 220S berwarna hijau.
Berdasarkan pantauan reporter Disway di lokasi, Menteri ara tiba di kawasan tersebut sekira pukul 16.20 WIB. Ia datang bersama sejumlah pengawalan.
BACA JUGA:Imigrasi Soetta Bongkar Kawin Pesanan ke Tiongkok, Tiga WNA Dideportasi
Kedatangannya langsung disambut baik oleh warga sekitar. Menteri Ara pun tak sungkan untuk berjabat tangan atau sekadar melempar senyum ke masyarakat.
Dari agenda yang terlampir, kedatangan Menteri Ara ke Kalipasir bukan tanpa alasan. Ia akan meninjau program bedah rumah bantuan stimulan perumahan swadaya (BSPS) di kawasan tersebut.
Hingga berita ini diterbikan, Menteri Ara masih terus menyapa warga dan meninjau lokasi pembedahan rumah tersebut. Awak media tengah menanti sesi doorstop.
BACA JUGA:Ketua DPRD Kota Bekasi Tinjau Teknologi PSEL Wangneng di Cina, Optimis Bisa Diterapkan di Proyek Bantargebang
Sebelumnya, Menteri Ara pernah bilang, ia akan meningkatkan kuota Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) atau program bedah rumah di Provinsi Jakarta menjadi 10.000 unit pada 2026.
Diketahui, angka tersebut meningkat dari realisasi tahun sebelumnya yang sebanyak 158 unit
Menteri Ara mengemukakan, hingga 12 Juni 2026 jumlah rumah yang mulai dikerjakan melalui program BSPS di Jakarta telah mencapai lebih dari 5.659 unit.
Sebaran pekerjaan tersebut meliputi Kepulauan Seribu sebanyak 300 unit, Jakarta Barat 1.350 unit, Jakarta Selatan 1.000 unit, Jakarta Utara 1.009 unit, Jakarta Pusat 1.000 unit, dan Jakarta Timur 1.000 unit.
BACA JUGA:Hasil Moto3 Assen 2026: Maximo Quiles Tampil 'Perkasa', Veda Pratama Terjatuh
"BSPS ini merupakan program Presiden Prabowo untuk memperbaiki rumah masyarakat yang tidak layak huni di seluruh Indonesia. Di DKI Jakarta, alokasinya meningkat signifikan, dari 158 unit tahun lalu menjadi 10.000 unit pada tahun ini," ujar Menteri Ara, dikutip Minggu, 21 Juni 2026.
Menteri PKP mengakui bahwa tantangan terbesar pelaksanaan program BSPS di Jakarta masih berkaitan dengan aspek legalitas lahan.
"Rumah tidak layak huni di Jakarta masih mencapai sekitar 824 ribu unit. Salah satu kendala yang masih banyak ditemui adalah persoalan alas hak atau legalitas kepemilikan lahan," katanya.





