Pengakuan Mengerikan 3 Korban Penyekapan di Percetakan Senen: Sulit Salat

tvonenews.com
6 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, tvOnenews.com - Kuasa hukum tiga korban dugaan penyekapan di sebuah percetakan di kawasan Senen, Jakarta Pusat, Fetrus bocorkan pengakuan mengerikan 3 korban penyekapan di Percetakan, Senen.

Kata dia, salah satu kliennya mengalami perlakuan paling berat selama disekap. Korban bernama Aditya Saputra (20) disebut dirantai selama 21 hari sehingga kesulitan menjalankan aktivitas sehari-hari.

"Si Adit sendiri, lebih kejam, dia dirantai kurang lebih 40 sentian (sentimeter) panjang rantainya," cerita Fetrus pada Minggu (28/6/2026).

Fetrus menjelaskan, bahwa panjang rantai yang sangat pendek membuat Aditya sulit bergerak. Korban bahkan mengalami kesulitan saat hendak ke kamar mandi maupun menjalankan ibadah.

"Susah mau kencing, mau berak, mau mandi itu susah dia. Mau salat pun dia harus tidak ganti baju di kondisi salat seperti itu juga dia," jelasnya.

Tak hanya dirantai, Fetrus mengatakan ketiga korban juga tidak diberi makan maupun minum selama tiga hari saat penyekapan.

"Dan tiga 3 hari itu tidak diberi makan mereka, tidak diberi makan, tidak diberi minum. Minum di air keran,"ujarnya.

Selain penyekapan, para korban juga mengaku mengalami kekerasan fisik. Menurut Fetrus, Aditya dan Muhammad Rafli Jaelani (20) ditampar keras oleh dua orang pelaku hingga telinga keduanya berdengung dan masih terasa nyeri.

"Ditampar sangat keras sampai berdengung kan telinga mereka itu sakit," cerita Fetrus.

Sementara itu, korban lainnya, Tegar Saputra (25), disebut mengalami penganiayaan lebih berat. Ia dipukul menggunakan besi dan tangan oleh beberapa orang hingga mengalami pendarahan.

"Tegar dipukuli pakai besi dan tangan beberapa orang. Bibirnya pecah kiri-kanan, hidungnya mengeluarkan darah dan beberapa hari masih terus mengeluarkan darah," kata Fetrus.

"Bibirnya itu pecah ya pecah kiri-kanan, habisnya hidungnya mengeluarkan darah. Itu terus-menerus mengeluarkan darah sampai beberapa hari," tambahnya.

Meski kondisi fisik para korban mulai membaik setelah menjalani visum dan mendapat pengobatan, Fetrus mengatakan trauma psikologis masih membekas di diri para korban.

Saat ini, ketiga korban masih berada di bawah perlindungan tim kuasa hukum di Jakarta Pusat. 


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Keluarga Dokter Icha Tuding Oknum Anggota DPRD Pelaku Intimidasi dalam Pengaruh Miras
• 1 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Bos Honda Team Asia Puji Kepercayaan Diri Veda Ega Pratama Jelang Balapan Moto3 Belanda 2026
• 17 jam lalukompas.tv
thumb
Polisi Masih Tunggu Hasil Forensik Mayat ASN yang Ditemukan di Bandara Juanda
• 2 jam lalukumparan.com
thumb
Grup ABMM di Sektor Logistik Sebut Jurus Hadapi Gejolak Geopolitik
• 18 jam lalubisnis.com
thumb
Perputaran ekonomi saat puncak HUT DKI di Bundaran HI capai Rp2 triliun
• 18 jam laluantaranews.com
Berhasil disimpan.