BAGHDAD, KOMPAS.TV - Iran mengancam hentikan negosiasi kesepakatan damai dengan Amerika Serikat (AS) untuk menghentikan perang.
Hal itu diungkapkan Menteri Luar Negeri (Menlu) Iran Abbas Araghchi, setelah Iran dilaporkan melakukan serangan drone ke Kuwait dan Bahrain.
Iran meluncurkan drone dan rudal yang menargetkan Kuwait dan Bahrain, Minggu (28/6/2026).
Baca Juga: PBB Ungkap 6,76 Juta Orang Bisa Terdampak Gempa Bumi Venezuela, Ini yang Jadi Penghitungan
Serangan Iran tersebut sebagai balasan atas serangan terbaru AS ke wilayah Iran.
Komando Pusat AS (Centcom) menegaskan bahwa serangan tersebut sebagai respons balasan atas serangan kapal kargo di Selat Hormuz, Kamis (25/6).
Iran bersikeras bahwa hanya mereka yang mengatur Selat Hormuz, dan Araghchi mengulangi klaim setelah pada kunjungan kenegaraannya ke Irak.
“Segala bentuk campur tangan dalam masalah ini, segala upaya untuk membuat pengaturan baru atau terpisah dari yang saat ini dilakukan oleh Republik Islam Iran, hanya akan menyebabkan komplikasi lebih lanjut,” kata Araghchi di Bagdad dilansir dari Associated Press.
“Menunda pembukaan kembali Selat Hormuz, dan meningkatkan tingkat ketegangan, seperti yang kita saksikan selama dua malam terakhir di Selat Hormuz yang menyebabkan peningkatan ketegangan dan konfrontasi,” tambahnya.
Militer Kuwait mengatakan pertahanan udaranya menghalau drone dan rudal Iran yang datang Minggu pagi.
Penulis : Haryo Jati Editor : Gading-Persada
Sumber : Associated Press/BBC
- abbas araghchi
- iran
- menghentikan negosiasi
- serangan drone
- bahrain
- kuwait





