Jakarta (ANTARA) - Menteri Agama (Menag), Nasaruddin Umar mengajak generasi muda menjadikan proses mencari pasangan hidup sebagai ikhtiar yang dilandasi niat ibadah, tanggung jawab, dan nilai-nilai Islam.
“Mencari pasangan bukan sekadar mencari teman hidup, tetapi mencari jalan menuju ketenangan, tanggung jawab, dan keberkahan keluarga,” ujar Nasaruddin Umar saat membuka kegiatan Golek Garwo di Jakarta, Minggu.
Kegiatan Golek Garwo (Ta’aruf Session) ini diselenggarakan sebagai bagian dari rangkaian Peaceful Muharam 1448 H, yang digelar pada Nikah Fest 2026 dan Islamic Wedding Expo.
Baca juga: Kemenag beri ruang pertemuan bagi generasi muda mencari pasangan hidup
Menag mengatakan pernikahan bukan sekadar menyatukan dua insan, tetapi menjadi jalan membangun keluarga yang sakinah, mawaddah, dan rahmah. Menurutnya, Al Quran telah menegaskan bahwa pasangan diciptakan agar manusia memperoleh ketenangan, sekaligus menghadirkan cinta dan kasih sayang dalam kehidupan berumah tangga.
Nasaruddin Umar menyambut baik penyelenggaraan Golek Garwo sebagai ruang perkenalan yang aman, santun, dan sesuai nilai-nilai Islam bagi masyarakat yang memiliki niat serius membangun rumah tangga.
Ia menilai proses ta’aruf perlu dijalani dengan adab, kejujuran, kesungguhan niat, serta pendampingan agar tetap berada pada tujuan mulia pernikahan.
Lebih lanjut, Menag mengingatkan agar calon pengantin tidak hanya fokus pada kemeriahan resepsi. Ia menegaskan esensi pernikahan terletak pada akad yang sah, kesiapan membangun keluarga, serta komitmen menjalankan kehidupan rumah tangga yang dilandasi iman, kasih sayang, komunikasi, dan tanggung jawab.
“Kemeriahan pesta boleh direncanakan, tetapi jangan sampai mengalahkan substansi pernikahan. Yang paling utama adalah akad yang sah, keluarga yang siap, dan rumah tangga yang dibangun di atas iman, kasih sayang, komunikasi, dan tanggung jawab,” kata Menag.
Menag juga mengapresiasi penyelenggaraan Islamic Wedding Expo yang mempertemukan calon pengantin, pelaku usaha pernikahan, perbankan, lembaga mitra, serta layanan pemerintah dalam satu ekosistem.
Ia berharap seluruh rangkaian Nikah Fest 2026 mampu memperkuat gerakan sadar catat nikah, memperluas edukasi keluarga, dan melahirkan semakin banyak keluarga sakinah-maslahat di Indonesia.
Baca juga: Tujuh pasang pengantin ikuti nikah massal di kebun salak
Baca juga: Cara memilih pasangan hidup menurut Islam
Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam, Abu Rokhmad mengatakan Golek Garwo merupakan bagian dari upaya Kementerian Agama menghadirkan ruang ta’aruf yang edukatif, aman, dan bermartabat bagi generasi muda.
Pada penyelenggaraan tahun ini, sesi ta’aruf diikuti 354 peserta, di luar pendaftar langsung (on the spot), yang datang untuk berikhtiar menemukan pasangan hidup secara bertanggung jawab.
“Hari ini adalah wasilah untuk menghidupkan sunnah Rasulullah melalui ikhtiar mencari pasangan hidup. Kalau niatnya karena Allah dan mengikuti sunnah Nabi, maka kehadiran kita di tempat ini sudah mengandung keberkahan dan pahala,” kata Abu.
“Mencari pasangan bukan sekadar mencari teman hidup, tetapi mencari jalan menuju ketenangan, tanggung jawab, dan keberkahan keluarga,” ujar Nasaruddin Umar saat membuka kegiatan Golek Garwo di Jakarta, Minggu.
Kegiatan Golek Garwo (Ta’aruf Session) ini diselenggarakan sebagai bagian dari rangkaian Peaceful Muharam 1448 H, yang digelar pada Nikah Fest 2026 dan Islamic Wedding Expo.
Baca juga: Kemenag beri ruang pertemuan bagi generasi muda mencari pasangan hidup
Menag mengatakan pernikahan bukan sekadar menyatukan dua insan, tetapi menjadi jalan membangun keluarga yang sakinah, mawaddah, dan rahmah. Menurutnya, Al Quran telah menegaskan bahwa pasangan diciptakan agar manusia memperoleh ketenangan, sekaligus menghadirkan cinta dan kasih sayang dalam kehidupan berumah tangga.
Nasaruddin Umar menyambut baik penyelenggaraan Golek Garwo sebagai ruang perkenalan yang aman, santun, dan sesuai nilai-nilai Islam bagi masyarakat yang memiliki niat serius membangun rumah tangga.
Ia menilai proses ta’aruf perlu dijalani dengan adab, kejujuran, kesungguhan niat, serta pendampingan agar tetap berada pada tujuan mulia pernikahan.
Lebih lanjut, Menag mengingatkan agar calon pengantin tidak hanya fokus pada kemeriahan resepsi. Ia menegaskan esensi pernikahan terletak pada akad yang sah, kesiapan membangun keluarga, serta komitmen menjalankan kehidupan rumah tangga yang dilandasi iman, kasih sayang, komunikasi, dan tanggung jawab.
“Kemeriahan pesta boleh direncanakan, tetapi jangan sampai mengalahkan substansi pernikahan. Yang paling utama adalah akad yang sah, keluarga yang siap, dan rumah tangga yang dibangun di atas iman, kasih sayang, komunikasi, dan tanggung jawab,” kata Menag.
Menag juga mengapresiasi penyelenggaraan Islamic Wedding Expo yang mempertemukan calon pengantin, pelaku usaha pernikahan, perbankan, lembaga mitra, serta layanan pemerintah dalam satu ekosistem.
Ia berharap seluruh rangkaian Nikah Fest 2026 mampu memperkuat gerakan sadar catat nikah, memperluas edukasi keluarga, dan melahirkan semakin banyak keluarga sakinah-maslahat di Indonesia.
Baca juga: Tujuh pasang pengantin ikuti nikah massal di kebun salak
Baca juga: Cara memilih pasangan hidup menurut Islam
Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam, Abu Rokhmad mengatakan Golek Garwo merupakan bagian dari upaya Kementerian Agama menghadirkan ruang ta’aruf yang edukatif, aman, dan bermartabat bagi generasi muda.
Pada penyelenggaraan tahun ini, sesi ta’aruf diikuti 354 peserta, di luar pendaftar langsung (on the spot), yang datang untuk berikhtiar menemukan pasangan hidup secara bertanggung jawab.
“Hari ini adalah wasilah untuk menghidupkan sunnah Rasulullah melalui ikhtiar mencari pasangan hidup. Kalau niatnya karena Allah dan mengikuti sunnah Nabi, maka kehadiran kita di tempat ini sudah mengandung keberkahan dan pahala,” kata Abu.





