Yogyakarta (ANTARA) - Sekretaris Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Sesmendukbangga)/Sekretaris Utama BKKBN Budi Setiyono mengatakan pentingnya penyajian menu Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi sasaran ibu hamil, ibu menyusui, dan balita (3B) yang berbasis protein agar intervensi penurunan stunting lebih efektif.
"Dari sisi keterpenuhan gizi, memang kalau tujuannya adalah penanganan stunting, yang diutamakan adalah protein. Untuk karbohidrat maupun sayur-mayur barangkali tidak terlalu urgent, tetapi yang diutamakan seharusnya adalah protein, apakah telur, daging, ikan, atau menu lain yang menunjang kecukupan protein," katanya saat berdialog bersama para Tim Pendamping Keluarga (TPK) di Kembang Basen, DI Yogyakarta, Minggu.
Dalam rangka memperingati Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-33, Budi mengumpulkan usulan dari para TPK untuk penyempurnaan kebijakan MBG, khususnya bagi kelompok 3B.
Baca juga: Mendukbangga minta menu MBG di daycare disesuaikan dengan usia balita
"Ternyata di bawah itu sudah ada satu ekosistem yang sebenarnya terbentuk, dari posyandu, kader TPK, maupun puskesmas. Dari segi pembiayaan juga demikian, ada dana dari Bantuan Operasional Kesehatan (BOK) di Kementerian Kesehatan, sehingga keberadaan MBG sebenarnya bisa menyempurnakan ekosistem tersebut. Hanya saja, tadi kita mendengarkan bahwa barangkali perlu dioptimalkan dari sisi menu dan tata kelolanya," paparnya.
Ia menegaskan, diskusi yang berbasis masyarakat dan hasil pemantauan lapangan dapat menjadi usulan konkret untuk penyempurnaan kebijakan MBG bagi Badan Gizi Nasional (BGN) dalam penyusunan menu khusus 3B.
"Kita perlu mencari intervensi menu MBG 3B yang lebih efektif dalam konteks mencegah kehamilan berisiko stunting maupun bayi lahir stunting, dan mendukung proses pertumbuhan anak sampai usia lima tahun, sehingga nanti hal ini juga akan kami sampaikan dalam tahap-tahap koordinasi, terutama dengan BGN, agar penyajian menu khusus untuk 3B disesuaikan dengan kebutuhan tersebut," ucap Budi.
Baca juga: Pemerintah serius evaluasi tata kelola MBG, 3B dan 3T jadi prioritas
Baca juga: DPR minta pendataan dari Kemendukbangga jadi basis utama MBG 3B
"Dari sisi keterpenuhan gizi, memang kalau tujuannya adalah penanganan stunting, yang diutamakan adalah protein. Untuk karbohidrat maupun sayur-mayur barangkali tidak terlalu urgent, tetapi yang diutamakan seharusnya adalah protein, apakah telur, daging, ikan, atau menu lain yang menunjang kecukupan protein," katanya saat berdialog bersama para Tim Pendamping Keluarga (TPK) di Kembang Basen, DI Yogyakarta, Minggu.
Dalam rangka memperingati Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-33, Budi mengumpulkan usulan dari para TPK untuk penyempurnaan kebijakan MBG, khususnya bagi kelompok 3B.
Baca juga: Mendukbangga minta menu MBG di daycare disesuaikan dengan usia balita
"Ternyata di bawah itu sudah ada satu ekosistem yang sebenarnya terbentuk, dari posyandu, kader TPK, maupun puskesmas. Dari segi pembiayaan juga demikian, ada dana dari Bantuan Operasional Kesehatan (BOK) di Kementerian Kesehatan, sehingga keberadaan MBG sebenarnya bisa menyempurnakan ekosistem tersebut. Hanya saja, tadi kita mendengarkan bahwa barangkali perlu dioptimalkan dari sisi menu dan tata kelolanya," paparnya.
Ia menegaskan, diskusi yang berbasis masyarakat dan hasil pemantauan lapangan dapat menjadi usulan konkret untuk penyempurnaan kebijakan MBG bagi Badan Gizi Nasional (BGN) dalam penyusunan menu khusus 3B.
"Kita perlu mencari intervensi menu MBG 3B yang lebih efektif dalam konteks mencegah kehamilan berisiko stunting maupun bayi lahir stunting, dan mendukung proses pertumbuhan anak sampai usia lima tahun, sehingga nanti hal ini juga akan kami sampaikan dalam tahap-tahap koordinasi, terutama dengan BGN, agar penyajian menu khusus untuk 3B disesuaikan dengan kebutuhan tersebut," ucap Budi.
Baca juga: Pemerintah serius evaluasi tata kelola MBG, 3B dan 3T jadi prioritas
Baca juga: DPR minta pendataan dari Kemendukbangga jadi basis utama MBG 3B




