HARIAN.FAJAR.CO.ID, MAKASSAR – Pemerintah Kota Makassar melalui Dinas Pekerjaan Umum (PU) mengambil langkah cepat dengan melakukan normalisasi saluran drainase dan pembenahan trotoar di sejumlah lokasi bekas penertiban lapak Pedagang Kaki Lima (PKL) dan bangunan liar. Upaya ini bertujuan mengembalikan fungsi infrastruktur perkotaan agar optimal sekaligus meminimalkan potensi genangan air saat musim hujan.
Salah satu titik yang menjadi fokus penanganan adalah Jalan Cendrawasih V, Kelurahan Lette, Kecamatan Mariso. Kepala Dinas PU Makassar, Zuhaelsi Zubir, menjelaskan bahwa saluran drainase di lokasi tersebut mengalami penyempitan akibat tingginya sedimentasi yang menumpuk selama bertahun-tahun.
Kondisi ini menyebabkan kapasitas saluran menurun dan berpotensi menghambat aliran air saat hujan deras. “Kami tidak hanya membersihkan sedimentasi, tetapi juga mengembalikan dimensi saluran seperti semula sehingga fungsi drainase dapat berjalan optimal dalam mengalirkan air dan mengurangi potensi genangan di kawasan tersebut,” terangnya.
Untuk mempercepat proses, Dinas PU menurunkan Satuan Tugas (Satgas) Drainase yang dibantu alat berat agar pengerjaan berlangsung efektif dan maksimal. Normalisasi di Jalan Cendrawasih V berlangsung selama delapan hari dengan melibatkan personel dan peralatan lengkap.
Zuhaelsi menegaskan bahwa penataan kota tidak berhenti pada penertiban bangunan liar dan lapak PKL saja, tetapi harus dilanjutkan dengan pembenahan infrastruktur agar manfaatnya dirasakan langsung oleh masyarakat. Selain pengerukan sedimentasi, petugas juga membersihkan material sisa bangunan dan endapan yang menghambat aliran air.
Selain drainase, Dinas PU juga melakukan pembenahan trotoar di titik-titik bekas penertiban agar fasilitas pejalan kaki kembali nyaman digunakan. “Tujuannya, sistem drainase lebih optimal, serta lingkungan perkotaan menjadi lebih tertata, bersih, aman, dan nyaman bagi seluruh masyarakat,” jelas Zuhaelsi.
Kegiatan normalisasi ini mendapat sambutan positif dari warga sekitar yang berharap pembenahan saluran drainase mampu mengurangi potensi genangan dan banjir yang sering terjadi akibat tersumbatnya saluran air. Zuhaelsi menambahkan, kegiatan serupa akan terus dilaksanakan secara bertahap di berbagai kecamatan yang sebelumnya menjadi lokasi penertiban lapak PKL dan bangunan liar.
Dengan sinergi antara penataan kawasan oleh Pemerintah Kota Makassar dan pembenahan infrastruktur oleh Dinas PU, diharapkan wajah kota menjadi lebih rapi, bersih, berestetika, dan fungsional bagi masyarakat. (*/)





