TEL AVIV, KOMPAS.TV - Perdana Menteri (PM) Benjamin Netanyahu bereaksi atas kesepakatan kerangka kerja antara Israel-Lebanon.
Ia menegaskan bahwa itu merupakan pencapaian bersejarah untuk Israel, yang membuka pintu untuk kesepakatan damai antara Israel-Lebanon.
Netanyahu juga menegaskan kesepakatan tersebut akan membuat Hizbullah-Iran tak akan memiliki peranan di Lebanon.
Baca Juga: Trump Ancam Teheran, Iran Tak akan Lagi Eksis Jika Langgar Gencatan Senjata
Kesepakatan kerangka kerja itu ditandatangani Duta Besar Israel untuk Amerika Serikat (AS) Yechiel Leiter dan Dubes Lebanon, Nada Hamade Moawad, dan disaksikan Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio, Jumat (26/6/2026).
Pada konferensi pers, Sabtu (27/6) malam, Netanyahu menyebut kesepakatan itu merupakan pukulan telak untuk Iran dan Hizbullah.
Berbeda dengan tuntutan Iran agar Israel mundur dari Lebanon, Netanyahu mengatakan kesepakatan kerangka kerja itu mengizinkan Pasukan Pertahanan Israel (IDF), tetap berada di zona penyangga selama mungkin.
“Kami akan mempertahankannya hingga Hizbullah dan kelompok teror lainnya dilucuti,” kata Netanyahu dilansir dari The Times of Israel.
“Hingga tak ada ancaman lagi ke Israel dari Lebanon,” sambung PM Israel itu.
Dia mengklaim, kesepakatan kerangka kerja itu berarti Israel, Lebanon dan Amerika Serikat (AS) mengatakan kepada Iran, “ini bukan urusan Anda”.
Penulis : Haryo Jati Editor : Gading-Persada
Sumber : The Times of Israel
- benjamin netanyahu
- israel
- lebanon
- hizbullah
- iran
- kesepakatan israel-lebanon





