VIVA – Semen Padang FC diterpa isu tak sedap. Di tengah persiapan menghadapi Championship 2026/2027 dan gencar mendatangkan pemain baru, Kabau Sirah justru terkena penyakit kronis sepakbola Indonesia, yakni keterlambatan pembayaran gaji pemain.
Hal itu diketahui dari jeritan sejumlah pemain eks Semen Padang yang menyuarakan tuntutan mereka melalui media sosial. Mereka meminta klub segera melunasi hak yang hingga kini belum diterima meski kontrak telah berakhir.
Nama-nama seperti Samuel Christianson, Irsyad Maulana, dan Ronaldo Kwateh menjadi pemain pertama yang menyampaikan protes secara terbuka. Unggahan mereka kemudian diikuti pemain lain yang memiliki keluhan serupa.
Dalam pernyataan yang diunggah di Instagram, para pemain menegaskan telah menjalankan seluruh kewajiban sebagai pesepak bola profesional hingga kompetisi musim 2025/2026 berakhir.
"Per tanggal 1 Juni 2026, kontrak kami sebagai pemain Semen Padang FC musim 2025/2026 telah berakhir."
"Kami telah menjalankan seluruh kewajiban kami sebagai pemain profesional hingga kompetisi selesai," tulis para pemain.
Namun hingga kontrak berakhir, mereka mengaku masih belum menerima pembayaran gaji selama lebih dari dua bulan.
Situasi itu tentu memunculkan tanda tanya, mengingat Semen Padang saat ini sedang aktif membangun kekuatan baru untuk mengarungi kompetisi kasta kedua musim depan.
Klub asal Sumatera Barat tersebut sebelumnya mengumumkan perekrutan 17 pemain anyar dan menunjuk Nil Maizar sebagai pelatih demi mewujudkan target kembali promosi ke kasta tertinggi.
Di sisi lain, Semen Padang juga masih dibayangi persoalan administrasi. Klub diketahui masih terkena tiga sanksi FIFA Registration Ban yang membuat mereka belum bisa mendaftarkan pemain baru sebelum seluruh kewajiban diselesaikan.
Para pemain berharap manajemen segera memberikan solusi dan memenuhi hak yang menjadi kewajiban klub.
"Namun hingga hari ini, masih terdapat lebih dua bulan gaji yang menjadi hak kami dan belum dibayarkan."
"Kami menyampaikan pernyataan ini sebagai bentuk harapan agar pihak klub segera memenuhi kewajibannya," lanjut pernyataan tersebut.
Meski harus menerima kenyataan pahit terdegradasi ke Championship usai finis di peringkat ke-17 Super League 2025/2026, para pemain menegaskan mereka telah memberikan kemampuan terbaik selama membela Kabau Sirah.





