Menbud Sebut Ruang Kreatif Berperan Strategis Menjaga Kelestarian Budaya

pantau.com
15 jam lalu
Cover Berita

Pantau - Menteri Kebudayaan Fadli Zon menegaskan ruang-ruang kreatif berbasis komunitas memiliki peran strategis dalam menjaga keberlanjutan budaya sekaligus mendorong lahirnya inovasi tanpa melepaskan akar tradisi saat menghadiri Banyumas Lengger Bicara 2026 di Purwokerto, Jawa Tengah.

Fadli Zon mengatakan, “Budaya akan tetap hidup bukan hanya karena diwariskan, tetapi karena diberi ruang untuk dipraktikkan, dikembangkan, dan dirayakan bersama oleh komunitasnya.”

Menurut Fadli, komitmen tersebut sejalan dengan amanat Pasal 32 ayat (1) Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.

Kementerian Kebudayaan terus memperkuat pelindungan tradisi budaya lokal melalui pemberdayaan komunitas, penyelenggaraan festival budaya, serta dokumentasi warisan budaya.

Selain itu, pemerintah juga mendorong regenerasi nilai-nilai budaya dan memanfaatkan teknologi digital untuk mendokumentasikan serta mempromosikan budaya Indonesia hingga ke tingkat internasional.

Banyumas Lengger Bicara Jadi Ruang Pelestarian Budaya

Pernyataan tersebut disampaikan Fadli Zon dalam Banyumas Lengger Bicara 2026 bertema Gemah Ripah Loh Jinawi yang digelar di Menara Teratai, Purwokerto.

Menurut Fadli, penyelenggaraan Banyumas Lengger Bicara merupakan wujud nyata komitmen masyarakat dalam menjaga, merawat, dan mengembangkan warisan budaya bangsa.

Ia menilai Lengger Banyumas bukan sekadar tari pertunjukan, tetapi juga mengandung sejarah, nilai-nilai kehidupan masyarakat, ekspresi estetika, serta identitas budaya yang diwariskan dari generasi ke generasi.

“Pertunjukan Lengger Banyumas dapat terus menjadi ruang dialog budaya yang mempererat persaudaraan, memperkuat identitas daerah, sekaligus memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan kebudayaan Indonesia,” tuturnya.

Fadli juga menyoroti besarnya potensi budaya Banyumas, mulai dari Calung Banyumasan, Ebeg, Lengger Banyumasan, Buncis, Seni Begalan, Ronggeng Banyumasan, hingga bahasa Banyumasan dengan dialek ngapak.

Menurutnya, berbagai kekayaan budaya tersebut memiliki peluang besar untuk terus dikembangkan melalui medium kreatif seperti teater, film, literasi, podcast, dan berbagai konten digital agar semakin dekat dengan generasi muda.

Beri Penghargaan kepada Maestro Seni Tradisional

Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono mengatakan tema Gemah Ripah Loh Jinawi menggambarkan tanah yang makmur dengan budaya yang tumbuh bersama masyarakatnya sekaligus menegaskan pentingnya menjaga budaya sebagai identitas bangsa.

Dalam sesi Tribute to Maestro, Banyumas Lengger Bicara 2026 menganugerahkan penghargaan kepada maestro Peang Penjol dan Suliyah sebagai bentuk penghormatan atas pengabdian mereka dalam merawat, melestarikan, dan mengembangkan kesenian tradisional Banyumas.

Penghargaan tersebut juga menegaskan pentingnya peran para maestro sebagai penjaga memori budaya sekaligus sumber inspirasi bagi regenerasi seniman di masa depan.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Sidang Praperadilan Perdana, Roy Suryo: Doakan Semuanya Lancar!
• 9 jam laluokezone.com
thumb
Cerita WNI di Eropa saat Gelombang Panas: Tidur Buka Jendela, Ngadem di Danau
• 2 jam lalukumparan.com
thumb
Pemerintah Pangkas Bunga Pinjaman Mekaar Jadi 8%, Ini Jadwal dan Syaratnya
• 5 jam lalubisnis.com
thumb
Jro Bima Perluas Pengabdian untuk Bali Lewat Jalur Politik
• 6 jam laluokezone.com
thumb
Komisi VIII DPR Wakafkan Rp 100 Juta ke BWI: Dari Iuran Kas Anggota
• 1 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.