Harga Gas Bukan Faktor Tunggal Penentu Daya Saing Industri & Penyebab PHK, Simak Faktor Lainnya

viva.co.id
15 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, VIVA – Harga gas industri dituding menjadi penyebab utama pelemahan daya saing industri, hingga maraknya potensi pemutusan hubungan kerja (PHK). Padahal, diperlukan kajian menyeluruh guna mencari solusi komprehensif dan tepat sasaran, di tengah tantangan lonjakan harga energi global serta persoalan yang sedang dihadapi beberapa sektor industri nasional saat ini.

Penasihat Khusus Presiden Bidang Ketenagakerjaan, Said Iqbal mengatakan, kekhawatiran industri terutama bagi sektor-sektor yang intensif menggunakan energi termasuk gas, memang perlu mendapatkan perhatian.

Baca Juga :
5 HP Murah yang Disematkan Fitur Dynamic Island, Harganya Cuma Rp2 Jutaan
3 HP Murah Rp1 Jutaan Ini Diam-diam Punya Performa Setara Kelas Rp3 Jutaan, Worth It Dibeli Tahun Ini!

Karena kenaikan harga energi industri saat ini tidak terhindarkan, sebagai dampak dari geopolitik global. Meski begitu, Said mengungkapkan harga energi bukan satu-satunya yang menciptakan tantangan biaya bagi produksi. 

”Faktor lainnya adalah melemahnya daya beli masyarakat. Akibatnya pembelian barang menurun, produksi ikut turun, dan penurunan produksi mengakibatkan efisiensi yang ujung-ujungnya PHK,” kata Said dalam keterangannya, Minggu, 28 Juni 2026.

Penasihat Khusus Presiden bidang Ketenagakerjaan dan Kesejahteraan Buruh, Said Iqbal
Photo :
  • Yeni Lestari/VIVA

Dia menambahkan, fluktuasi nilai tukar rupiah terhadap dolar juga menjadi penyebab naiknya ongkos produksi, terutama bagi perusahaan yang bahan bakunya berasal dari impor. "Mereka membeli bahan baku menggunakan dolar, sementara hasil produksinya dijual dalam rupiah. Ini sangat merugikan perusahaan,” ujarnya.

Said memastikan, saat ini pihaknya tengah mencari solusi dengan para pemangku kepentingan lain. Khususnya pada perusahaan-perusahaan produsen granit, keramik, dan tekstil, yang belakangan ini merasa butuh bantuan kebijakan khusus dari pemerintah. Sedangkan terkait isu yang menyebut sebanyak 55 ribu tenaga kerja akan terkena PHK, Said menegaskan bahwa angka tersebut tidak benar.

"Jadi tidak benar kalau disebut 55 ribu karyawan akan kena PHK. Kalau ada perusahaan granit yang melakukan PHK, jumlahnya ratusan orang dan itu terjadi akibat dampak perang serta kenaikan harga BBM yang tinggi,” ujarnya.

Mewakili buruh dan pemerintah, Said menegaskan pihaknya akan melakukan berbagai upaya mitigasi. ”Kalau bisa PHK tidak terjadi, itu yang kami perjuangkan. Kalau pun terjadi PHK, maka hak-hak pekerja harus dibayarkan,” kata Said.

Sementara kajian ReforMiner Institute memaparkan, daya saing industri nasional tidak ditentukan oleh harga gas semata. Namun ditentukan oleh banyak faktor, antara lain seperti strategi industri, permintaan pasar, ketersediaan bahan baku, produktivitas, efisiensi, nilai tukar, teknologi, logistik, dan akses pasar. 

Baca Juga :
Harga Daging Ayam & Bawang Putih Naik Meski Bawang Merah Turun, Cek Daftar Lengkapnya
3 HP Murah di Kelas Rp1 Jutaan dengan RAM Gacor yang Cocok Dipakai Hingga Beberapa Tahun ke Depan
3 HP Murah Kelas Rp1 Jutaan dengan Baterai Jumbo 6.000 mAh, Bisa Dipakai Seharian Tak Perlu Cas Berkali-kali

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Video: Target Menteri Maman, Perkuat Digitalisasi UMKM Lewat SAPA UMKM
• 13 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Magang Nasional 2026 Dibuka, Pemerintah Siapkan Rp4,2 Triliun untuk Jaring Freshgraduate
• 5 jam lalunarasi.tv
thumb
Piala Dunia 2026: Lawan Jepang, Momentum Vinicius Jr Bersinar Bersama Brasil di Tengah Rivalitas Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo
• 12 jam laluharianfajar
thumb
BMKG Prediksi Puncak Kemarau Juli 2026 di 10 Wilayah Indonesia
• 9 jam lalukompas.com
thumb
Harry Kane Pecahkan Rekor Gary Lineker sebagai Pencetak Gol Terbanyak Inggris di Piala Dunia
• 16 jam lalupantau.com
Berhasil disimpan.