Membedah Latsarmil Kopdes: Seberapa Berat Latihan dan Bagaimana Pengawasannya?

kompas.com
16 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com - Penggunaan latihan dasar militer (latsarmil) dalam program pembentukan calon manajer Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih menjadi sorotan publik setelah lima peserta Program Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) meninggal dunia selama mengikuti pelatihan.

Tragedi itu memunculkan pertanyaan mengenai seberapa berat materi latihan yang diberikan kepada peserta sipil serta bagaimana mekanisme pengawasan kesehatan diterapkan selama kegiatan berlangsung.

Pemerintah menegaskan bahwa latsarmil tersebut bukan pendidikan untuk mencetak prajurit, melainkan bagian dari pembentukan karakter bagi calon pengelola koperasi yang nantinya akan mengelola program strategis pemerintah di desa.

Baca juga: Polemik Latsarmil Kopdes: 5 Peserta Meninggal, Desakan Setop Menguat, Nasib Program Abu-abu

Kementerian Pertahanan (Kemenhan) juga memastikan intensitas latihan fisik telah disesuaikan dengan kondisi peserta yang berasal dari kalangan masyarakat sipil, termasuk penyandang disabilitas.

Lantas, seperti apa sebenarnya konsep latihan dasar militer bagi calon manajer Koperasi Desa Merah Putih dan bagaimana sistem pengawasannya?

Latsarmil disebut bukan pendidikan militer

Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kemenhan Mayjen TNI Ketut Gede Wetan Pastia menegaskan, para peserta tetap berstatus sebagai warga sipil selama mengikuti latihan.

Menurut dia, tujuan utama latsarmil bukan membentuk prajurit ataupun anggota militer, melainkan menanamkan karakter yang dibutuhkan dalam mengelola koperasi.

"Kami tegaskan bahwa kegiatan ini bukan bertujuan membentuk peserta menjadi prajurit atau anggota militer. Para peserta tetap berada pada profesi dan penugasan sipilnya sebagai calon manajer pengelola Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih dan Kampung Nelayan Merah Putih," kata Ketut, dalam konferensi pers di Kantor Kemenhan, Jakarta, Sabtu (27/6/2026).

Ia mengatakan, pelatihan dirancang untuk membangun disiplin, kepemimpinan, integritas, kerja sama, profesionalisme, tanggung jawab, kemampuan bekerja di bawah tekanan, hingga semangat pengabdian kepada masyarakat.

Baca juga: Anggota DPR Desak Investigasi Menyeluruh atas Kematian 5 Calon Manajer Kopdes Saat Latsarmil

Kemenhan memandang kemampuan tersebut berkaitan dengan upaya memperkuat ketahanan nasional melalui pembangunan ekonomi kerakyatan.

"Karena itu, pembentukan calon pengelola koperasi yang berkarakter, berintegritas, disiplin, dan memiliki jiwa kepemimpinan menjadi bagian penting dalam mendukung pembangunan nasional dan pertahanan negara secara luas," ujar Ketut.

Ia menambahkan, desain pelatihan telah disesuaikan dengan latar belakang peserta yang bukan berasal dari kalangan militer.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

"Kegiatan ini tidak disamakan dengan pendidikan militer atau prajurit. Penekanannya bukan pada kemampuan fisik, melainkan pada pembentukan mental, karakter, tanggung jawab, daya juang, kerja sama, dan kemampuan memecahkan masalah," kata dia.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
DKI kemarin, pertandingan tinju hingga KAI bongkar bangunan liar
• 16 jam laluantaranews.com
thumb
Tingkat Kepercayaan Publik Terhadap Polri Tembus 82,4 Persen, Rumah Institute Nilai Reformasi Mulai Berbuah
• 9 jam lalutvonenews.com
thumb
Jadwal Puasa Ayyamul Bidh Juni 2026 dan Bacaan Niatnya
• 19 jam lalurepublika.co.id
thumb
Polisi Akan Periksa 3 Anggota DPRD Terkait Kasus Dugaan Intimidasi Dokter Icha
• 8 jam lalukumparan.com
thumb
2 Wisatawan Terseret Ombak di Pantai Pasput Lebak Banten
• 16 jam laluokezone.com
Berhasil disimpan.