Menanti Perbaikan UU Pemilu yang Masih Jalan di Tempat

kompas.com
12 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com - Pembahasan revisi Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilihan Umum (UU Pemilu) di DPR masih jalan di tempat.

Padahal, tahapan awal Pemilu 2029 akan dimulai pada 2027.

Dalam rapat di Komisi II DPR Senin (15/6/2026) lalu, Komisi Pemilihan Umum (KPU) juga telah menyampaikan sejumlah perencanaan kegiatan dan anggaran yang dibutuhkan dalam tahapan pemilu yang akan dimulai 2027 mendatang.

Mulai dari perencanaan program dan anggaran, serta penyusunan peraturan pelaksanaan penyelenggaraan pemilu dengan pagu indikatif sebesar Rp 339.916.646.000.

Baca juga: Revisi UU Pemilu Tak Kunjung Dibahas, Pakar Ingatkan Legalitas Pemilu 2029 Bisa Dipersoalkan

Kedua, pendaftaran dan verifikasi peserta Pemilu 2029 dengan pagu indikatif sebesar Rp 464.347.213.000.

Ketiga, pembentukan badan ad hoc dengan pagu indikatif sebesar Rp 187.501.243.000.

Keempat adalah pemutakhiran data pemilih dan penyusunan daftar pemilih, dengan pagu indikatif sebesar Rp 239.382.133.000.

Kelima, penetapan jumlah kursi dan penetapan daerah pemilihan dengan pagu indikatif sebesar Rp 164.775.163.000.

Tahapan pemilu yang ideal

Pakar hukum pemilu Universitas Indonesia (UI) Titi Anggraini mengatakan, jika merujuk UU Pemilu, maka tahapan pemilu harus dimulai 20 bulan sebelum hari pemungutan suara.

"Jadi, kalau 20 bulan sebelum hari pemungutan suara sudah dimulai tahapan, undang-undang pemilu itu idealnya harus sudah selesai setahun sebelum dimulainya tahapan pemilu," kata Titi, dalam diskusi bertajuk "Penundaan Revisi UU Pemilu dan Ancaman Pembangkangan Konstitusi" di Cikini, Jakarta, Minggu (28/6/2026).

Jika melihat progres revisi UU Pemilu saat ini, Titi menilai, sudah sangat terlambat untuk mewujudkan tahapan pemilu yang berkualitas.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

"Kalau lihat situasi hari ini kita sudah di bulan Juni 2026, kita sudah sangat terlambat. Kita sudah sangat jauh dari target untuk penyelenggaraan tahapan pemilu yang berkualitas," ucap dia.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
George Russell Juarai F1 GP Austria 2026, Pangkas Jarak Poin dari Antonelli
• 13 jam lalubisnis.com
thumb
Pemimpin Hizbullah Menyebut Perjanjian Lebanon-Israel di Washington Tidak Sah dan Mengancam Kedaulatan
• 22 jam lalupantau.com
thumb
Bertambah! Polisi Amankan 7 Pelaku Penyekapan 3 Pegawai Percetakan Senen, Terancam 9 Tahun Penjara
• 2 jam lalutvonenews.com
thumb
Cara Meratakan Perut Buncit Secara Alami Tanpa ke Gym
• 23 jam lalubeautynesia.id
thumb
Kroasia Kalahkan Ghana 2-1 dan Pastikan Tiket ke Babak 32 Besar Piala Dunia 2026
• 13 jam lalupantau.com
Berhasil disimpan.