Timnas Argentina ternyata mendapat keuntungan tak terduga usai kebobolan satu gol saat menutup fase grup Piala Dunia 2026, karena gol tersebut justru membuat Lionel Messi dan kolega lolos dari kutukan panjang yang menghantui calon juara dunia selama puluhan tahun.
La Albiceleste memastikan diri melaju ke babak 32 besar sebagai juara Grup J setelah mengalahkan Yordania dengan skor 3-1 pada laga terakhir fase grup.
Giovanni Lo Celso membuka keunggulan Argentina sebelum Lautaro Martinez menggandakan skor melalui titik penalti.
Yordania kemudian memperkecil kedudukan lewat Mousa Al-Taamari pada awal babak kedua sebelum Lionel Messi memastikan kemenangan melalui tendangan bebas spektakuler pada menit ke-80.
Sekilas gol Al-Taamari hanya menjadi hiburan bagi Yordania, namun fakta sejarah justru membuat gol tersebut memiliki arti besar bagi peluang Argentina mempertahankan gelar juara dunia.
Sejak format fase grup mulai digunakan pada Piala Dunia 1950, belum pernah ada tim yang berhasil menjadi juara setelah menutup fase grup tanpa kebobolan satu gol pun.
Statistik unik itu membuat banyak pihak menyebut adanya "kutukan" bagi tim yang terlalu sempurna di babak penyisihan.
Argentina kini dipastikan tidak masuk dalam daftar tersebut setelah kebobolan satu gol dari Yordania.
Sebaliknya, dua tim yang justru berada dalam posisi rawan adalah Spanyol dan Meksiko.
Kedua negara berhasil menyelesaikan fase grup tanpa sekali pun kebobolan sehingga kini mereka justru masuk dalam daftar tim yang berpotensi terkena kutukan sejarah tersebut.
Meksiko bahkan tampil sempurna dengan tiga kemenangan beruntun serta mencetak enam gol tanpa kebobolan sepanjang fase grup.
Sementara itu, Spanyol juga tampil solid lewat dua kemenangan dan satu hasil imbang dengan total lima gol tanpa kebobolan.
Baca Juga: Timnas Gagal Total di Piala Dunia, Pelatih Mundur! Presiden Korea Selatan Minta Selidiki Penyebabnya!
Meski kutukan tersebut bukan jaminan akan kembali terjadi, fakta sejarah selama lebih dari tujuh dekade membuat catatan tersebut kembali menjadi sorotan menjelang dimulainya babak gugur.
Argentina sendiri kini mengalihkan fokus menghadapi Tanjung Verde pada babak 32 besar Piala Dunia 2026.
Di atas kertas, pasukan Lionel Scaloni lebih diunggulkan berkat pengalaman serta kualitas skuad yang dimiliki, namun kejutan yang diciptakan Tanjung Verde sepanjang fase grup membuat laga tersebut diprediksi tidak akan berjalan mudah.





