Kasus Taufik Hidayat, Komdigi Sorot Bahaya Aplikasi Kencan

cnbcindonesia.com
12 jam lalu
Cover Berita
Foto: TInder. (REUTERS/Akhtar Soomro/Illustration/File Photo)

Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid mengingatkan masyarakat untuk waspada saat menggunakan media sosial dan aplikasi kencan. Ini menyusul kasus dugaan penyekapan dan kekerasan terjadi pada seorang perempuan berinisal YTR (29) di kabupaten Bandung.

Meutya mengatakan kasus ini jadi pengingat interaksi dari ruang digital harus dilakukan dengan hati-hati. Selain itu juga perlu dilakukan dengan literasi digital yang baik.

"Kasus dugaan penyekapan dan kekerasan yang sedang ditangani aparat menjadi keprihatinan kita bersama. Kasus ini juga menjadi pengingat bahwa interaksi yang berawal dari ruang digital, termasuk melalui aplikasi kencan berbasis lokasi harus selalu disertai kehati-hatian dan literasi digital yang baik," kata Meutya dalam keterangan resminya, dikutip Senin (29/6/2026).


Dia juga mengingatkan untuk tidak mudah percaya apapun yang ditampilkan di media sosial. termasuk pada aplikasi kencan, karena yang terjadi bisa saja sebaliknya.

Selain itu jaga data pribadi. Masyarakat diminta untuk tidak membagikan data sensitif, akses akun, lokasi real time, dan informasi lain yang bisa dilakukan untuk tindak kejahatan.

Pilihan Redaksi
  • Cari Kerja Makin Sulit, Anak Muda Pakai Tinder untuk Cari Lowongan
  • Fabiola Elizabeth Bikin Heboh, Kenali Ciri Jebakan Love Scam

"Jangan mudah percaya pada apa yang ditampilkan di media sosial. Jangan tertipu. Apa yang kita lihat dan baca di sosial media, tidak terkecuali di aplikasi kencan seperti Tinder, belum tentu benar, bahkan bisa jadi sebaliknya. Mungkin saja semua itu hanya ilusi algoritma," jelasnya.

"Jaga kendali atas data pribadi. Jangan membagikan data sensitif, akses akun, lokasi secara real time, maupun informasi lain yang dapat dimanfaatkan untuk melakukan manipulasi, penipuan, atau tindak kejahatan," dia menambahkan.

Berikutnya adalah manfaatkan fitur keamanan yang ada di platform digital. Misalnya dengan fitur pelaporan, pemblokiran, dan berbagi lokasi dengan kontak terpercaya.

Masyarakat juga diminta menyetop interaksi dengan segera jika menemukan perilaku yang mencurigakan.

Meutya menegaskan ruang digital harus jadi ruang yang aman. Keamanan harus dibangun bersama oleh berbagai pihak, yakni platform, pemerintah dan juga pengguna ruang digital itu sendiri.

"Ruang digital harus menjadi ruang yang aman. Keamanan itu dibangun bersama oleh platform yang bertanggung jawab, pemerintah yang menghadirkan tata kelola dan pengawasan, serta masyarakat yang semakin cakap dalam memanfaatkan teknologi secara bijak," tegasnya.

Sebagai informasi, YTR diduga menjadi korban penyekapan dan kekerasan dalam waktu cukup lama. Bahkan dia mengalami luka serius karena hal tersebut.

Aparat telah menangkap tersangka Taufik Hidayat (30) yang sempat buron beberapa waktu lalu.


(dem/dem) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:
Video: Cetak SDM Unggul, Komdigi Ajak Kampus Bangun AI Talent Factory

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Sentimen Negatif Menumpuk, Peluang Mulai Terbuka di Saham Pilihan
• 15 jam laluidxchannel.com
thumb
Jro Bima, Memperluas Pengabdian untuk Bali Lewat Jalur Politik
• 7 jam lalurctiplus.com
thumb
Gelombang Panas di Italia, Roma Kerahkan Meriam Penyiram Air untuk Wisatawan | SAPA PAGI
• 10 jam lalukompas.tv
thumb
BEI Ungkap 8 Calon Emiten Siap Melantai di Bursa, Ini Daftarnya
• 7 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Diungkap Roy Suryo, Jokowi Ragu untuk Hadir Langsung di Sidang Ijazah Palsu: Dia Rencananya via Zoom
• 19 jam laluwartaekonomi.co.id
Berhasil disimpan.