ESDM Evaluasi HGBT, Cari Solusi Harga LNG bagi Industri

cnbcindonesia.com
14 jam lalu
Cover Berita
Foto: (CNBC Indonesia/Faisal Rahman)

Jakarta, CNBC Indonesia - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) terus mencari solusi atas dua persoalan yang dihadapi sektor industri pengguna gas bumi, yakni kepastian pasokan bagi penerima Harga Gas Bumi Tertentu (HGBT) serta kenaikan harga liquefied natural gas (LNG) yang digunakan sebagian pelaku industri di tengah gejolak harga energi global.

Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM Laode Sulaeman menegaskan kenaikan harga gas yang dikeluhkan sejumlah industri belakangan ini bukan berasal dari gas pipa yang disalurkan melalui skema HGBT. Menurutnya, kenaikan tersebut terjadi pada LNG yang harganya mengikuti pergerakan harga minyak mentah dunia.

"Kan harga ini juga dipengaruhi oleh kenaikan crude, situasi dinamika global. Jadi, ya formulanya link dengan kenaikan crude global. Harga gas itu pun juga naik, yang LNG ya maksud saya. Seperti itu," kata Laode di Kementerian ESDM, dikutip Senin (29/6/2026).


Baca: BBM Baru RI B50 Resmi Terbit Juli 2026, Masa Transisi 3 Bulan

Meski demikian, pemerintah melihat masih terdapat ruang untuk menurunkan harga LNG. Laode mengatakan Menteri ESDM Bahlil Lahadalia telah menginstruksikan jajarannya untuk berkoordinasi dengan PT PGN guna mengkaji komponen biaya yang masih dapat diefisienkan.

Di saat yang sama, pemerintah juga tengah merevisi Keputusan Menteri (Kepmen) ESDM mengenai implementasi HGBT. Revisi tersebut dilakukan untuk memastikan penyaluran gas murah kepada industri berjalan lebih optimal dan tepat sasaran.

Adapun, pembahasan revisi Kepmen HGBT melibatkan berbagai pemangku kepentingan, antara lain PT PGN, SKK Migas, Kementerian Perindustrian, serta pelaku industri penerima HGBT.

Menurut dia, pemerintah ingin memastikan data ketersediaan pasokan gas dari sektor hulu selaras dengan kebutuhan industri sehingga tidak lagi muncul perbedaan data yang berujung pada klaim kekurangan pasokan.

"Jadi, intinya suplai dari sisi hulu sama kebutuhan di sisi industri itu kita matching-kan agar tidak ada lagi perbedaan yang kemudian di kemudian hari diklaim sebagai kekurangan pasokan," ujar Laode.


(pgr/pgr) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:
Video: INNOPROM 2026, Kemenperin Pamerkan Mamin - Tekstil Unggulan RI

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Maarten Paes Tak Cukup? Ajax Kini Kepincut Kiper Jerman Lain setelah Dekati Marc-Andre ter Stegen
• 6 jam lalutvonenews.com
thumb
DEN: Fundamental Ekonomi RI Baik, tapi Pelemahan Rupiah Tetap Diwaspadai
• 10 jam lalukumparan.com
thumb
Zodiak yang Berempati Tinggi dan Tulus Menemani Orang di Masa Sulit
• 13 jam lalubeautynesia.id
thumb
Mendagri Minta Kepala Daerah Bersiap Hadapi El Nino
• 8 jam laluliputan6.com
thumb
Said Iqbal Minta Pajak JHT Dihapus, Purbaya Bakal Periksa Ulang Aturan
• 7 jam laluidxchannel.com
Berhasil disimpan.