Presiden Rusia Vladimir Putin mengatakan pemerintah sedang mempertimbangkan atau mengkaji larangan ekspor solar (diesel). Hal ini dilakukan karena negara tersebut sedang mengalami masalah pasokan bahan bakar minyak (BBM) yang menyebabkan kelangkaan di sejumlah wilayah.
"Kebutuhan untuk memberlakukan larangan penuh terhadap ekspor bahan bakar diesel sedang dipertimbangkan," kata Putin dikutip dari Reuters, Senin (29/6).
Putin mengatakan cadangan bensin nasional saat ini jumlahnya sekitar 1,7 juta metrik ton. Ia menyebut produksi BBM pada Juli diperkirakan akan melampaui tingkat produksi pada Juni. Menurutnya,opsi pelarangan ekspor solar yang telah lama dibahas kini kembali dipertimbangkan.
“Anda semua mengetahui masalah bahan bakar bagi pengemudi dan pelaku usaha terus terjadi, termasuk juga antrean di stasiun pengisian bahan bakar umum,” ucapnya.
Ukraina dalam beberapa waktu terakhir meningkatkan serangan jarak menengah dan jauh terhadap target-target industri di Rusia maupun wilayah Ukraina yang dikuasai Rusia. Serangan ini menjadikan sektor minyak sebagai sasaran utama.
Dalam rapat bersama para pejabat senior yang membahas pasokan dan distribusi bahan bakar, Putin mengatakan Rusia harus meminimalkan dampak serangan drone Ukraina terhadap fasilitas minyak yang menjadi salah satu penyebab terganggunya pasokan.
Putin juga menyerukan langkah-langkah untuk menjamin pasokan bahan bakar bagi sektor pertanian. "Kita harus mengurangi seminimal mungkin dampak serangan teroris terhadap sasaran sipil dan infrastruktur kita,” ujarnya.
Pemerintah setempat telah membentuk satuan tugas (satgas) yang berfungsi untuk memastikan pasokan bahan bakar tersedia dalam jumlah yang memadai di seluruh negeri.
Putin mengatakan satgas yang menangani pasokan bahan bakar bekerja selama 24 jam sehari. Menurutnya, situasi saat ini memerlukan langkah-langkah sistematis yang sebanding dengan besarnya tantangan yang dihadapi, guna meningkatkan pasokan dan menjaga harga tetap berada pada tingkat yang wajar.
Ia menegaskan pemenuhan kebutuhan bahan bakar bagi sektor pertanian menjadi prioritas utama.
"Kita harus mengerahkan segala upaya untuk memastikan seluruh jadwal pasokan bahan bakar musiman bagi perusahaan-perusahaan agroindustri tetap terpenuhi, karena keberhasilan panen bergantung pada hal tersebut," kata Putin.
Sebelumnya, Wakil Perdana Menteri Rusia Alexander Novak mengatakan belum ada kebutuhan bagi Rusia untuk melarang ekspor solar, sebagaimana dilaporkan kantor berita Interfax.



