Bisnis.com, JAKARTA - Lion Energy Limited mengumumkan bahwa Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia telah menyetujui pengalihan 15% hak partisipasi di blok migas East Seram dari anak usahanya, Balam Energy Pte Ltd, kepada OPIC East Seram Corporation.
OPIC East Seram Corporation merupakan anak perusahaan tidak langsung yang dimiliki sepenuhnya oleh perusahaan migas asal Taiwan, CPC Corporation.
Persetujuan pemerintah Indonesia tersebut menandai terpenuhinya seluruh persyaratan regulasi yang diperlukan untuk kesepakatan farm-out sebagaimana telah diumumkan pada 6 Januari 2026.
Setelah transaksi rampung, hak partisipasi Balam Energy akan berkurang menjadi 45%, sementara OPIC akan menggenggam 55% hak partisipasi.
Balam akan tetap menjadi operator Blok East Seram. Namun, OPIC berhak meminta pengalihan status operator sewaktu-waktu selama OPIC memiliki hak partisipasi sebesar 50% atau lebih.
"Kami menyambut baik diperolehnya persetujuan resmi dari Kementerian ESDM atas transaksi farm-out East Seram. Persetujuan ini menandai selesainya seluruh proses perizinan pemerintah yang diperlukan untuk penyelesaian transaksi tersebut sekaligus merupakan tonggak penting bagi pengembangan Proyek East Seram," ujar Executive Chairman Lion Energy Tom Soulsby melalui pengumuman resmi, Senin (29/6/2026).
Baca Juga
- Joint Study Shell-Kufpec di 5 Blok Migas RI Hampir Rampung
- Prime Group hingga Dongfang Menang Lelang Blok Migas di Natuna-Papua
- ESDM Buka Lelang 13 Blok Migas, Papua hingga Natuna Jadi Incaran
Adapun, Blok East Seram mencakup prospek eksplorasi Bula Karang (BK-01), yang dijadwalkan untuk dibor pada Agustus 2026. Sumur eksplorasi dangkal tersebut akan menargetkan prospek Bula Karang, suatu struktur karbonat Plio-Pleistosen berperingkat tinggi yang berlokasi di lepas pantai Teluk Bula, Maluku.
Estimasi sumber daya prospektif kategori P50 pada prospek tersebut mencapai 12 juta barel minyak (MMBO).
Dengan transaksi hak partisipasi Blok East Seram, OPIC akan membiayai 88% dari biaya pengeboran sumur eksplorasi BK-01 hingga batas maksimum US$5,6 juta.
"Transaksi ini secara signifikan memperkuat posisi pendanaan Lion menjelang pengeboran sumur eksplorasi BK-01, sekaligus memungkinkan Perusahaan tetap mempertahankan kepemilikan hak partisipasi sebesar 45% pada prospek eksplorasi yang sangat menjanjikan," kata Soulsby.





