Amerika Klaim Iran Tak Punya Sekutu Lagi di Timur Tengah, Oman dan China Sudah Kesal

wartaekonomi.co.id
11 jam lalu
Cover Berita
Warta Ekonomi, Jakarta -

Amerika Serikat mengklaim pihaknya makin di atas angin dalam negosiasi dengan Iran. Menurutnya, negara tersebut semakin terisolasi menyusul penolakan kebijakan penarikan biaya untuk lewati Selat Hormuz dari Oman dan China.

Duta Besar Amerika Serikat untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Mike Waltz mengatakan bahwa pihaknya tidak akan membiarkan ada pihak manapun mengambil biaya di Selat Hormuz. 

Baca Juga: Jokowi Ragu Hadir Langsung di Sidang Kasus Ijazah Palsu dan Memilih via Zoom, Kata Roy Suryo

"Iran kira kami akan tinggal diam ketika mereka terus menyerang pelayaran internasional atau pangkalan kami tanpa ada respons. Mereka salah besar," kata Waltz, dikutip Senin (29/6).

Ia menegaskan bahwa pihaknya siap kembali melancarkan operasi militer jika hal tersebut terus dilakukan oleh Iran. Menurutnya, Amerika Serikat telah memberikan contoh bagaimana mereka bisa menyerang jika musuh tetap berupaya menguasai jalur pelayaran internasional secara sepihak.

"Dalam beberapa malam terakhir mereka sudah melihat dengan jelas bahwa kami akan terus menghancurkan infrastruktur militer yang mereka gunakan untuk mengendalikan jalur pelayaran internasional secara melanggar hukum, jika memang diperlukan," ujarnya.

Menurut Waltz, Iran juga dikecam dunia soal langkah penerapan biaya tol di Selat Hormuz. Menurutnya, hal tersebut bertentangan dengan hukum internasional. Ia mengklaim sebanyak 143 negara mendukung sikapnya, termasuk China.

"Bahkan  China telah mengatakan bahwa tidak boleh ada pungutan atau biaya terhadap kapal yang melintas," katanya.

Waltz juga mengungkapkan Iran sempat mengandalkan Oman untuk membantu membangun mekanisme baru di Selat Hormuz. Namun Muscat kini justru mengambil sikap berbeda.

"Oman kemarin menolak gagasan penerapan pungutan atau biaya. Jadi sekarang Iran benar-benar terisolasi," ucap Waltz.

Sebelumnya Menteri Luar Negeri Oman Badr al-Busaidi menegaskan bahwa pengaturan masa depan Selat Hormuz tidak mencakup penerapan biaya bagi kapal-kapal yang melintas.

Menurut Al-Busaidi, Oman memiliki tanggung jawab mendukung upaya internasional dalam menjaga keamanan pelayaran sesuai hukum internasional.

Sikap Oman tersebut sekaligus membantah klaim Iran yang sebelumnya menyatakan berencana memungut pembayaran atas layanan yang diberikan kepada kapal tanker maupun kapal dagang yang melewati Selat Hormuz.

Baca Juga: Iran Klaim Amerika Serikat Telah Rusak Piala Dunia 2026: Semua Ini Bencana

Pernyataan saling bertolak belakang dari Washington dan Teheran menunjukkan bahwa Selat Hormuz tetap menjadi salah satu titik utama persaingan geopolitik di Timur Tengah, terutama setelah hubungan Amerika Serikat dan Iran kembali memanas akibat saling serang pasca-kesepakatan gencatan senjata.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Hasil MotoGP Belanda 2026: Ai Ogura Finis Terdepan di Assen
• 22 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Sinopsis SEBENING CINTA SCTV Episode 9, Hari Ini Senin 29 Juni 2026: Asmara Bening dan Banyu Terbongkar, Leon Murka Gagal Jalankan Rencana
• 4 jam lalutabloidbintang.com
thumb
Dulu Jualan Pisang Goreng, Pinkan Mambo Kini Sesumbar Bakal Jadi Triliuner Lewat Bisnis Donat di Mall: Biayai 50 Perusahaan
• 1 jam lalugrid.id
thumb
Logo HUT Ke-81 RI Resmi Dirilis, Istana Ajak Masyarakat Semarakkan Kemerdekaan
• 5 jam lalumatamata.com
thumb
Lolos 16 Besar Piala Dunia 2026, Kata Pencetak Gol Kemenangan Kanada: Kami Pahlawan Negara
• 13 jam lalukompas.tv
Berhasil disimpan.