JAKARTA, KOMPAS.com – Kebakaran akibat masalah kelistrikan masih menjadi ancaman dalam keselamatan bangunan. Kebakaran di Tower C Apartemen Mediterania Garden Residences, Tanjung Duren, Jakarta Barat, Kamis (30/4/2026) pagi adalah salah satu contohnya.
Penyebab kebakaran diduga dari korsleting panel listrik di basement. Api memang dapat segera dipadamkan, tetapi asap telanjur mengepul dan masuk ke rongga jalur kabel hingga merambat ke lantai-lantai atas apartemen. Akibatnya, penghuni kesulitan menyelamatkan diri.
Salah satu penghuni, Joy, harus menuruni 26 lantai melalui tangga darurat di tengah kepungan asap. Ia mengaku mengalami sesak napas setelah turun dari unitnya dan mendapat bantuan kursi roda serta oksigen di titik evakuasi.
Diberitakan Kompas.com, Jumat (1/5/2026), sebanyak 136 penghuni dievakuasi, 25 penghuni sempat terjebak, dan 22 orang dirawat di rumah sakit akibat sesak napas.
Dua pekan kemudian, Jumat (15/5/2026) pagi, kebakaran melanda Gedung Pusat Pelayanan Jantung Terpadu RSUD Dr Soetomo, Surabaya, Jawa Timur.
Api diduga berasal dari korsleting kabel lemari es di ruang farmasi lantai 5. Akibat peristiwa ini, 37 pasien harus dievakuasi dalam kondisi darurat. Satu pasien dinyatakan meninggal dunia. Kerugian ditaksir mencapai Rp 10 miliar, termasuk tiga unit alat kateterisasi jantung yang rusak.
Belum genap dua minggu berselang, giliran permukiman padat di Jalan Krendang Barat, Tambora, Jakarta Barat, luluh lantak akibat amukan si jago merah.
Kamis (28/5/2026) malam, percikan api dari instalasi listrik sebuah rumah kontrakan melahap 27 bangunan dan membuat sekitar 115 keluarga kehilangan tempat tinggal dalam semalam.
Diberitakan Kompas.com, Selasa (22/4/2025), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi DKI Jakarta mencatat, sebanyak 864 kasus kebakaran terjadi pada 2023 dan 789 kasus pada 2024.
Dari kasus kebakaran tersebut, 607 kasus pada 2023 dan 541 kasus pada 2024 disebabkan oleh korsleting listrik. Ini berarti, 69,5 persen kebakaran di periode itu disebabkan oleh korsleting listrik.
Angka tersebut bahkan disebut lebih tinggi oleh Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno. Ia menyebut hampir 95 persen kebakaran di Jakarta dipicu korsleting listrik.
"Itu berdasarkan survei kami hampir 95 persen," kata Rano dikutip dari pemberitaan Kompas.com, Selasa (2/6/2026).
Bahaya tersembunyiFire and Explosion Senior Engineer Adrianus Pangaribuan mengatakan, kebakaran akibat listrik kerap disederhanakan sebagai korsleting. Padahal, menurut dia, korsleting tidak selalu menjadi penyebab awal, tetapi bisa menjadi akibat dari persoalan instalasi yang sudah berlangsung lama.
Adrianus menjelaskan, kabel yang menerima beban berulang, apalagi yang tidak sesuai standar, dapat mengalami pemanasan secara perlahan. Dalam jangka panjang, panas itu bisa merusak isolasi kabel hingga menimbulkan pengarangan di bagian dalam.
“Bukan sekadar korsleting. Butuh waktu, kita tidak tahu kapan dia terjadi overload di dalamnya dan berubah jadi pengarangan. Tergantung umur juga,” ujar Adrianus kepada Kompas.com, Selasa (19/5/2026).





