Purbaya Yudhi Sadewa Menteri Keuangan (Menkeu) menyebut Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) akan menjadi salah satu motor penggerak ekspor untuk mendukung target pertumbuhan ekonomi nasional. Upaya yang dijalankan adalah pembiayaan berbunga rendah bagi usaha kecil dan menengah (UKM) eksportir.
Menkeu mengatakan, LPEI telah menyiapkan Program Pembiayaan Kawasan Ekonomi dengan bunga maksimal enam persen per tahun. Bahkan, suku bunga dapat ditekan hingga empat persen apabila diperlukan untuk mendorong pertumbuhan ekspor.
“Di Kemenkeu ada LPEI yang punya Program Pembiayaan Kawasan Ekonomi untuk UKM eksportir. Kita menawarkan suku bunga maksimal enam persen per tahun, bahkan empat persen jika diperlukan demi pertumbuhan,” kata Purbaya di Jakarta, Senin (29/6/2026).
Menurut Purbaya, pembiayaan murah tersebut merupakan salah satu “mesin pertumbuhan” yang tengah didorong pemerintah untuk memperkuat kinerja ekspor dan investasi.
Ia menilai target pertumbuhan ekonomi sebesar delapan persen dapat dicapai secara bertahap, dimulai dengan pertumbuhan ke kisaran enam persen pada tahun ini. Purbaya juga menilai tingkat investasi, ekspor dan produktivitas Indonesia makin membaiknya.
“Ketika global gonjang-ganjing (tidak pasti) saja kita masih bisa tumbuh 5,61 persen. Ini kan mesin pertumbuhan ekonomi baru dipanaskan,” ujarnya.
Selain memperkuat pembiayaan ekspor, pemerintah juga terus menjalankan reformasi fiskal, khususnya di bidang perpajakan dan kepabeanan. Langkah tersebut diyakini dapat memperkuat penerimaan negara sekaligus menciptakan ruang fiskal yang lebih besar untuk mendukung pembangunan dan menjaga momentum pertumbuhan ekonomi.
Sebelumnya, pemerintah memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia bisa mencapai delapan persen pada 2-3 tahun ke depan. Kata Purbaya, arah pertumbuhan ekonomi Indonesia sudah terlihat, ditambah reformasi kebijakan ekonomi yang terus digencarkan Prabowo Subianto Presiden RI.
“Jadi, pertumbuhan delapan persen mungkin orang-orang bilang terlalu tinggi, tapi kalau untuk saya sudah hampir kelihatan nanti dua tahun, tiga tahun lagi Anda sudah ngelihat tuh angka delapan persen, sudah nyundul-nyundul ke atas. Artinya prospek pasar saham kita juga akan naik dengan signifikan,” kata Purbaya.
Pemerintah juga mengatakan prospek pasar saham akan naik signifikan. Di mana, masyarakat diklaim akan menikmati peningkatan pertumbuhan ekonomi dan pertumbuhan pasar saham ke depan.
“Tanpa reformasi industri yang berlebihan kita bisa tumbuh enam persen dengan hanya menghidupkan private sector (swasta) dan government sector (pemerintah) saja. Itu modal awal. Belum lagi nanti kalau kita rubah struktur ekonominya secara bertahap,” ujarnya.(lea/bil/iss)




