BSI (BRIS) Apresiasi Penempatan SAL, Perkuat Pembiayaan Produktif untuk Dorong Ekonomi Rakyat

idxchannel.com
10 jam lalu
Cover Berita

PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk (BRIS) mengapresiasi kebijakan pemerintah melalui Kementerian Keuangan dalam penempatan Saldo Anggaran Lebih (SAL).

BSI (BRIS) Apresiasi Penempatan SAL, Perkuat Pembiayaan Produktif untuk Dorong Ekonomi Rakyat. (Foto Istimewa)

IDXChannel – PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk atau BSI (BRIS) mengapresiasi kebijakan pemerintah melalui Kementerian Keuangan dalam penempatan Saldo Anggaran Lebih (SAL) di sektor perbankan. Kebijakan ini memperkuat likuiditas perbankan, sehingga kapasitas pembiayaan kepada sektor produktif semakin meningkat dan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.

Direktur Utama BSI (BRIS) Anggoro Eko Cahyo mengatakan, stabilitas ekonomi tidak hanya ditopang oleh kebijakan fiskal yang kuat, tetapi juga sinergi yang erat antara pemerintah dan industri perbankan. Pengelolaan SAL yang optimal membutuhkan dukungan sistem keuangan yang sehat.

Baca Juga:
BSI (BRIS) dan APPI Perkuat Ekosistem Emas dan Industri Perhiasan Nasional

"Di sinilah kolaborasi pemerintah dan industri perbankan menjadi penting, yakni menjaga likuiditas, memperkuat kepercayaan pasar, dan memastikan aliran dana tetap mendukung aktivitas ekonomi, dunia usaha, serta pembangunan nasional," ujarnya dalam pernyataan resmi, Senin (29/6/2026).

Sebagai bagian dari Himbara, kata Anggoro, BSI siap berkontribusi mendukung kebijakan pemerintah melalui layanan keuangan syariah yang inklusif, memperkuat ketahanan ekonomi nasional, serta menghadirkan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.

Baca Juga:
Perkuat Bisnis Global di Arab Saudi, BSI (BRIS) Matangkan Persiapan Operasional Kantor Cabang Luar N

"Kami mengapresiasi kepercayaan pemerintah kepada BSI. Amanah ini kami optimalkan untuk memperkuat pembiayaan produktif sehingga manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat dan pelaku usaha," ujar Anggoro.

Baca Juga:
Saham Perbankan Kompak Rebound, BSI (BRIS) Pimpin Penguatan 5 Persen

Menurutnya, penempatan SAL juga membantu menurunkan biaya dana (cost of fund), sehingga bank memiliki ruang untuk menjaga pembiayaan tetap kompetitif. Dampaknya, masyarakat dan UMKM memperoleh akses pembiayaan yang lebih terjangkau sehingga aktivitas ekonomi dapat terus tumbuh.

Di tengah dukungan tersebut, BSI tetap menjaga fundamental pendanaan melalui penguatan dana murah (CASA) yang ditopang Tabungan Haji, pengembangan Islamic ecosystem, dan akselerasi layanan digital. Perseroan juga terus memperluas pembiayaan pada segmen ritel, UMKM, dan konsumer, serta memperkuat pendapatan berbasis komisi melalui bisnis emas sebagai bank syariah pertama yang memiliki izin bullion.

Hingga April 2026, BSI mencatat Dana Pihak Ketiga (DPK) sebesar Rp382 triliun atau tumbuh 17,90 persen (year on year), dengan tabungan meningkat 22,02 persen menjadi Rp165 triliun sehingga rasio CASA mencapai 63,48 persen. Sementara itu, pembiayaan tumbuh 15,59 persen menjadi Rp332 triliun dengan kualitas aset tetap terjaga, tercermin dari rasio NPF grossyang membaik menjadi 1,80 persen.

Sebagai mitra strategis pemerintah, BSI juga terus mendukung berbagai program prioritas nasional, mulai dari pembiayaan UMKM, KUR, koperasi, Program Makan Bergizi Gratis, hingga pembiayaan rumah bersubsidi. Langkah ini menjadi bagian dari komitmen perseroan untuk memperkuat ekonomi rakyat dan memperluas inklusi keuangan syariah di Indonesia.

(Dhera Arizona)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Magang Nasional 2026 Dibuka Juli, Kuota Naik Jadi 150 Ribu Peserta
• 7 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Foto: Bogor Hornbills Taklukkan Pelita Jaya, Resmi Sabet Gelar Juara IBL 2026
• 14 jam lalukumparan.com
thumb
Perkuat Stabilitas Ekonomi, Pemerintah, DPR, dan Bank Indonesia Gelar Rapat Koordinasi
• 1 jam laludisway.id
thumb
Komisi I Setuju Bahas RUU KKS: Mohon Serius, Jangan Jadi Catatan Kertas
• 12 jam lalukumparan.com
thumb
Puncak HUT DKI, Kebun Binatang Ragunan Cetak Rekor Pengunjung
• 1 jam lalumetrotvnews.com
Berhasil disimpan.