Apa Itu Latsarmil? Pendidikan yang Wajib Diikuti Calon Manajer Kopdes Merah Putih

disway.id
11 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, DISWAY.ID - Latihan dasar militer (Latsarmil) belakangan ini menjadi sorotan publik usai lima peserta calon manajer Koperasi Desa Merah Putih meninggal dunia saat mengikuti kegiatan tersebut.

Lima peserta meninggal dunia yang mengikuti Latsarmil dalam program Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) di antaranya Yonanda Muhammad Taufiq, Anisa Muyassaroh, Novia Rahmadhani Sihotang, Muhammad Rifki Renaldi Gunawan, dan Nola Dya Sari.

Lima peserta dilaporkan meninggal dunia dengan penyebab berbeda mulai dari cardiac arrest, heat stroke, tuberkulosis, pneumonia dengan komplikasi, hingga henti jantung saat mendapatkan penanganan lanjutan. 

BACA JUGA:Kemenkop Jelaskan Keikutsertaan Peserta Hamil dalam Latsarmil Kopdes: Sukarela, Bukan Kewajiban

Peristiwa tersebut terjadi dalam rentang waktu 17 hingga 26 Juni 2026 di berbagai lokasi yang berada di bawah kendali sejumlah satuan TNI.

Adanya kasus ini memicu pertanyaan pulik seperti apa itu Latsarmil dan bagaimana proses pelatihannya? Simak ulasannya berikut.

Apa Itu Latsarmil?

Latihan dasar militer atau Latsarmil bagi calon Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) dan Koperasi Nelayan Merah Putih (KNMP) merupakan pelatihan dasar militer.

Kegiatan ini dilakukan untuk menanamkan jiwa disiplin tinggi dan tangguh bekerja di bawah tekanan.

Kepala BPSDM Kementerian Pertahanan (Kemhan), Mayjen TNI Ketut Gede Wetan Pastia menyampaikan bahwa Latsarmil bertujuan membentuk karakter, disiplin, dan berjuwa kepemimpinan.

BACA JUGA:Kemhan: Latsarmil Kopdes Merah Putih Fokus Bentuk Karakter, Bukan Kemampuan Tempur

"Latihan bela negara dan manajerial ini diarahkan untuk membentuk karakter, disiplin, kepemimpinan, integritas, kerjasama, tanggung jawab, profesionalisme, kemampuan kerja dalam tekanan dan semangat pengambdian." jelas Ketut Gede Wetan di Kantor Kemhan, Sabtu, 27 Juni 2026.

Ia juga menyampaikan bahwa KDKMP dan KNMP wajib memiliki keterampilan, sebab mereka akan mengelola perputaran uang rakyat melalui koperasi.

Lebih lanjut, ia mengatakan jika memiliki jiwa kepemimpinan dan profesionalisme yang kuat maka koperasi yang dipimpin  dapat menjadi penentu kuatnya perekonomian rakyat.

Ketut menambahkan bahwa pelatihan dasar ini telah disesuaikan dengan latar belakang peserta yang bukan berasal dari kalangan militer.

"Bukan pada kemampuan fisik, melainkan pada pembentukan mental, karakter, tanggung jawab, daya juang, kerja sama, dan kemampuan memecahkan masalah," ujarnya.

  • 1
  • 2
  • »

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Pererat Hubungan dengan Masyarakat, Polri Gelar Bansos Jelang Hari Bhayangkara ke-80
• 4 jam lalutvonenews.com
thumb
Lolos 16 Besar Piala Dunia 2026, Pahlawan Kemenangan Kanada Langsung Kirim Psywar ke Belanda dan Maroko
• 17 jam lalutvonenews.com
thumb
Polisi Periksa 3 Legislator TTU dalam Penyelidikan Dugaan Intimidasi terhadap Dokter Icha
• 14 jam lalueranasional.com
thumb
Presiden Iran Sebut Aset Rp107 Triliun yang Dibekukan di Qatar segera Dicairkan
• 4 menit lalukompas.tv
thumb
Tegas! Prabowo: Saya Butuh Jumpa dengan Orang-Orang Pintar, Ingin Rutin Bertemu Rektor dan Profesor
• 15 jam lalukompas.tv
Berhasil disimpan.