jpnn.com, JAKARTA - Ketua Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) Sultan Baktiar Najamudin menyampaikan belasungkawa serta duka cita mendalam atas wafatnya Dokter Eliza Principa Utami Pakaenoni atau Dokter Icha di Kupang Nusa Tenggara Timur (NTT).
Seperti diketahui, Dokter Icha (27) yang bertugas di Rumah Sakit Leona, Kefamenanu ibu kota Kabupaten Timor Tengah Utara, Provinsi NTT, ditemukan meninggal dunia gantung diri di kediamannya.
BACA JUGA: Misteri Kematian Dokter Icha Seusai Diduga Diintimidasi 3 Anggota Dewan
Menurut informasi Dokter Icha diduga mengalami depresi berat akibat intimidasi oleh oknum anggota DPRD Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) saat menjalankan tugas di IGD.
"Atas nama lembaga DPD RI kami menyampaikan belasungkawa serta duka cita mendalam atas wafatnya seorang Dokter Muda di salah satu daerah terdepan. Masyarakat di daerah Masih sangat membutuhkan kehadiran para Tenaga medis terutama dokter dengan dedikasi yang luar biasa seperti almarhumah," ujar Sultan kepada awak media di Gedung Senayan pada Senin (29/6).
BACA JUGA: Kabar Terbaru Kondisi YTR Korban Kesadisan Taufik Hidayat, Dokter Sampai Bilang Begini
Menurutnya, kinerja dan pengabdian para Tenaga medis di daerah harus mendapat perhatian khusus oleh pemerintah. Baik dari sisi kesejahteraan dan keamanan dalam menjalankan tugasnya.
"Kami sangat prihatin dengan peristiwa yang menimpa saudara kita Dokter Icha. Kita semua tentunya meminta Pemerintah daerah juga tentunya masyarakat secara umum agar menghormati dan mengapresiasi profesi para Dokter di daerah," tegasnya.
BACA JUGA: Ketua DPD RI Sultan B Najamudin Pimpin TP Sriwijaya, Prof Abdul Hamid: Membuka Peluang Besar Sinergi Masyarakat Sumbagsel
Mantan wakil Gubernur Bengkulu itu mengatakan pihaknya memahami bahwa beban kerja para Dokter di daerah biasanya sangat tinggi, akibat kurangnya jumlah Dokter. Di sisi lain permintaan terhadap pelayanan kesehatan masyarakat semakin meningkat Dari Waktu ke waktu.
"Oleh Karena itu, kami mendorong agar pihak penegak hukum Dan organisasi profesi Ikatan Dokter Indonesia (IDI) melakukan Investigasi adanya dugaan Intimidasi pihak tertentu yang menyebabkan Dokter Icha nekad mengakhiri hidupnya dengan gantung diri," tutupnya.(fri/jpnn)
Redaktur & Reporter : Friederich Batari




