JAKARTA, KOMPAS.com - Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) melakukan patroli ruang digital selama 24 jam setiap hari untuk memburu konten dan situs yang mempromosikan judi online (judol) termasuk yang memanfaatkan siaran ilegal pertandingan Piala Dunia 2026.
"Kami secara terus menerus, 24 jam, 24x7 kita melakukan patroli. Tim kami selalu melakukan patroli, memantau situs-situs yang melakukan penyiaran ulang atau broadcasting, dan rata-rata adalah broadcasting ilegal, dan biasanya mereka menyertakan tautan kepada situs judi," kata Direktur Jenderal Pengawasan Ruang Digital Komdigi Alexander Sabar dalam konferensi pers di Kantor Komdigi, Jakarta, Senin (29/6/2026).
Ia menjelaskan, setelah mengumpulkan data dari situs-situs tersebut, Komdigi langsung melakukan pemblokiran atau takedown situs.
Baca juga: Modus Baru Promosi Judol: Spam Kolom Komentar hingga Siaran Ilegal Piala Dunia
Dalam proses penelusuran itu, petugas juga kerap menemukan nomor rekening bank, kode QRIS, hingga akun dompet digital (e-wallet) yang digunakan jaringan judi online.
"Dari data itu juga, tidak jarang kami menemukan beberapa nomor rekening perbankan, maupun dari QRIS ataupun e-wallet lainnya, yang itu segera kita koordinasikan dengan PPATK dan OJK untuk dilakukan penutupan terhadap rekening-rekening yang digunakan tersebut," ungkap Alexander.
Selain itu, Komdigi terus berkoordinasi dengan Polri guna memperkuat penegakan hukum terhadap jaringan judol.
Baca juga: Komdigi Temukan 126.180 Konten Judol sepanjang Juni, Termasuk Judi Piala Dunia
Alexander menambahkan, sepanjang 1-28 Juni 2026 Komdigi telah menangani 126.180 konten terkait judol yang terdiri atas situs web dan berbagai platform digital.
Ia menilai patroli digital perlu dilakukan karena pelaku terus mengembangkan modus baru, termasuk memanfaatkan siaran ilegal dan media sosial.
"Sehingga masyarakat kita imbau untuk menghindari perbuatan judi online, tidak berinteraksi dengan komentar-komentar spam yang ada di media sosial," ujar dia.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang