Otoritas Malaysia mengumumkan bahwa pencarian pesawat Malaysia Airlines MH370 akan kembali diperpanjang selama satu tahun ke depan, atau hingga tahun 2027. Hilangnya MH370 yang mengangkut 239 orang itu menjadi salah satu misteri terbesar dalam dunia penerbangan yang belum terpecahkan.
Pesawat jenis Boeing 777 yang dioperasikan Malaysia Airlines tersebut, menghilang dari layar radar pada 8 Maret 2014, saat sedang mengudara dari Kuala Lumpur menuju ke Beijing, China. Lebih dari satu dekade berlalu, apa yang sebenarnya terjadi pada MH370 masih belum bisa dipastikan secara jelas.
Dua pertiga penumpang dalam pesawat itu merupakan warga negara China, sedangkan sisanya mencakup warga Malaysia, Indonesia, dan Australia, serta warga negara India, Amerika Serikat (AS), Belanda dan Prancis.
Meskipun operasi pencarian besar-besaran dalam sejarah penerbangan telah dilakukan, pesawat tersebut belum juga ditemukan.
Menteri Transportasi Malaysia, Anthony Loke, dalam pernyataan terbarunya, seperti dilansir AFP, Senin (29/6/2026), mengumumkan bahwa perpanjangan operasi pencarian MH370 akan berlaku hingga 30 Juni 2027.
Loke mengatakan bahwa operasi pencarian itu tetap mempertahankan seluruh syarat dan ketentuan dalam perjanjian yang sudah ada dengan perusahaan eksplorasi Ocean Infinity.
Hal ini mencakup prinsip "tidak ditemukan, tidak dibayar", yang berarti Ocean Infinity hanya akan dibayar US$ 70 juta (Rp 1,2 triliun) jika puing MH370 berhasil ditemukan.
"Keputusan ini merupakan wujud komitmen pemerintah yang berkelanjutan dan teguh untuk memberikan kepastian bagi keluarga para penumpang penerbangan MH370," kata Loke dalam pernyataannya pada Senin (29/6).
(nvc/dhn)





