Grid.ID - Kuasa hukum keluarga korban singgung kematian pejabat Pemkab Bangkalan di Bandara Juanda. Korban terekam CCTV ditinggalkan dalam mobil oleh pria misterius berkacamata.
Kematian Ruly Yunis Setiawati (50), Sekretaris Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (PRKP) Pemerintah Kabupaten Bangkalan, hingga kini masih menjadi misteri. Dikabarkan sebelumnya, pejabat pemkab Bangkalan tersebut ditemukan tewas membusuk di dalam mobil dinasnya yang terparkir di Bandara Juanda, Sidoarjo, pada Rabu (24/6/2026) sekitar pukul 11.30 WIB.
Kematian Ruly dinilai tidak wajar berdasarkan hasil pemeriksaan awal. Terakhir, Ruly terlihat bersama dengan seorang pria misterius yang memakai kacamata dan masker saat memasuki area parkir bandara.
Misteri kematian pejabat Pemkab Bangkalan di Bandara Juanda dibeberkan oleh kuasa hukum keluarga korban, Risang Bima Wijaya. Risang menyebut polisi telah mengantongi identitas pelaku.
"Kami berkeyakinan bahwa penyidik sudah mengantongi identitas pelaku. Dengan segala sumber daya yang dimiliki polisi, kami sangat yakin pelaku akan tertangkap agar semua terungkap. Harapan kami (ungkap kasus) ini bisa dilakukan dengan cepat, pasti tertangkap, tinggal menunggu waktu saja," ungkap Risang, dikutip dari Tribun Jatim.
Risang kemudian memaparkan kronologi kegiatan Almarhumah beberapa hari sebelum tewas hingga jenazah korban ditemukan pada Rabu (24/6/2026). Almarhumah juga sempat menghabiskan waktu berlibur bersama sosok pria yang ciri-cirinya mirip dengan pria berkacamata yang meninggalkannya di area parkir Bandara Juanda.
Pria Misterius Berkacamata
Risang menjelaskan bahwa dari rekaman kamera pengawas di loket masuk parkir hingga area parkir Bandara Juanda, terekam mobil dinas Ruly masuk pada hari Sabtu (20/6/2026) sekitar pukul 16.00 WIB. Kemudian dari mobil tersebut, keluar seorang pria yang sebelumnya duduk di kursi kemudi.
Pria tersebut mengenakan masker warna putih, berkacamata minus, rambutnya rapi dan tipis kanan-kiri, serta berkulit putih. Selain itu, pria tersebut juga terlihat mengenakan arloji di pergelangan tangan kirinya.
Dipastikan bahwa tidak ada orang lain lagi selain Ruly dan pria misterius tersebut di mobil dinas. Lalu pria itu meninggalkan Ruly di dalam mobil dengan seluruh pintu terkunci dari luar. Saat itu diduga Ruly telah meninggal dunia.
Setelah keluar dari mobil tersebut, pria itu kemudian pergi menggunakan kendaraan umum. Hingga kini, polisi masih menelusuri keberadaan pria misterius tersebut.
"Ada beberapa hal yang tidak harus kami sampaikan ke media, supaya tidak menghambat investigasi dan upaya pengejaran terhadap pelaku yang dilakukan oleh penyidik. Tapi foto sosok pria yang beredar, itu bukan, bukan seperti itu. Itu hasil rekayasa AI (Artificial Intelligence)," tegas Risang.
Kronologi
Lebih lanjut, kuasa hukum juga menceritakan kronologi kegiatan Almarhumah sebelum ditemukan tewas membusuk di Bandara Juanda. Ruly sebelumnya sempat menghadiri momen pisah sambut Dandim 0829 di Pendapa Agung Bangkalan pada Rabu (17/6/2026) malam.
Kemudian keesokan harinya, Kamis (18/6/2026) pada pukul 10.00 WIB, Ruly pergi meninggalkan tempat tinggalnya di Perumahan Lavender, Kelurahan Mlajah, Kecamatan Bangkalan, Kabupaten Bangkalan. Namun saat itu Ruly tidak pergi ke kantor dan pihak Dinas PRKP Bangkalan memastikan Almarhumah tidak lagi masuk kerja sejak hari itu, Kamis (18/6/2026).
Lalu pada Jumat (19/6/2026) malam, Almarhumah sempat berkomunikasi dengan anak semata wayangnya dan adiknya. Ia menelepon menggunakan video call WhatsApp dan sempat share lokasi di sebuah toko buah di Pujon, Kabupaten Malang.
Kemudian pada Sabtu (20/6/2026) pagi sekitar pukul 07.00 WIB, Ruly sempat menelepon suaminya. Baru beberapa jam berikutnya, sekitar pukul 16.00 WIB, mobil dinas Rully diketahui terekam CCTV memasuki area parkir Bandara Juanda.
Terkait titik-titik pemberhentian Almarhumah selama 3 hari meninggalkan rumahnya di Bangkalan, Risang menyebut hal tersebut merupakan kewenangan dari pihak penyidik. Pihaknya pun meyakini bahwa kepolisan telah mengantongi identitas pelaku dan memburu keberadaannya.
"Nah itu penyidik (Poresta Sidoarjo) yang tahu, namun kami yakin polisi sudah tahu identitasnya. Cuma memang belum ketemu saja ini, belum diketahui keberadaannya. Karena dari awal sejak dibuang Hari Sabtu dan ditemukan Rabu, itu berati sudah cukup lama atau cukup waktu untuk pelaku lari, mengilangkan jejaknya, dan bersembunyi di mana saja," pungkas Risang.
Foto Liburan dengan Pria Berkacamata
Di tengah misteri kematian pejabat Pemkab Bangkalan ini, beredar video berdurasi 33 detik berisi kolase foto dan video kebersamaan Almarhumah Ruly dengan seorang pria berkacamata. Video yang merekam momen liburan keduanya tersebut beredar di sejumlah grup WhatsApp.
Sosok pria berkacamata minus tersebut terlihat mengenakan kaus warna biru dan bergaris tipis melintang di bagian dada. Risang sendiri menilai bahwa sosok pria di dalam video tersebut mirip dengan pria yang terekam CCTV meninggalkan Almarhumah di Bandara Juanda.
"Dari kacamata pribadi, saya cocok. Ada kesesuaian pada rambut, kacamata, lebar dahi, kaos. Paling mencolok itu pada gagang kacamata ada tanda kuning, apalagi kaos paling cocok," jelas Risang.
Sementara itu, Risang juga membenarkan bahwa sosok wanita di dalam video kolase foto-foto tersebut adalah Almarhumah Ruly. Kemudian tertulis juga tanggal video tersebut diunggah, yakni pada 19 Juni 2026 dan belokasi di Alun-alun Kota Batu.
"Ponsel korban ada di tangan penyidik, betul itu adalah korban. Kemudian tertulis di situ Oppo A9, betul ponsel korban, diunggahnya tanggal 19 Juni 2026, berarti hari Jumat dan lokasinya di Alun-alun Kota Batu," jelas Risang.
Terkait kecocokan antara pria yang terekam di CCTV Bandara Juanda dengan pria dalam video yang beredar, Risang tak mau mengambil kesimpulan. Ia menyebut bahwa hal itu baru bisa dipastikan setelah pelaku ditangkap dan mengakui perbuatannya.
"Kalau saya pribadi kaos cocok, tapi saya tidak bisa mengatakan pria itu pelakunya sebelum orang itu ditangkap dan mengatakan, betul bahwa ia pelaku dan apa motifnya," pungkasnya.
Penemuan Jasad
Misteri kematian pejabat Pemkab Bangkalan bermula dari ditemukannya jenazah korban pada Rabu (24/6/2026). Penemuan jasad korban berawal dari kecurigaan sopir taksi yang melintas.
Sopir taksi mencurigai mobil dinas yang terparkir di jalur menuju Terminal 1 Bandara Juanda tersebut. Selain bau tak sedap, dari mobil tersebut juga keluar cairan.
Saat dilihat, terdapat jenazah seorang wanita yang telah membusuk. Penemuan ini kemudian dilaporkan ke petugas Satgaspam Bandara Juanda dan diteruskan ke polisi.
Usai mendapat laporan, polisi kemudian melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), mengamankan sejumlah barang bukti dan meminta keterangan beberapa saksi. Sementara itu, jenazah korban dievakuasi ke Rumah Sakit Bhayangkara Pusdik Sabhara Porong untuk diperiksa.
Dari pemeriksaan luar, ditemukan luka robek pada telinga kiri korban yang diduga disebabkan oleh kekerasan benda tajam. Selain itu ditemukan pula pelebaran pembuluh darah pada kedua selaput lendir kelopak mata dan perubahan warna kebiruan pada selaput lendir bibir atas dan bawah.
"Selain itu, ditemukan pelebaran pembuluh darah pada kedua selaput lendir kelopak mata serta perubahan warna kebiruan pada selaput lendir bibir atas dan bawah," ungkap Ketua Tim Humas Rumah Sakit Bhayangkara Pusdik Sabhara Porong, AKBP Ni Made Wiatini, dikutip dari Kompas.com.
Ciri-ciri tersebut lazim dijumpai pada korban yang mengalami mati lemas atau asfiksia.
"Kelainan ini lazim ditemukan pada kondisi mati lemas atau asfiksia," kata Wiatini.
Lebih lanjut dari pemeriksaan dalam juga ditemukan perubahan warna pada lidah, epiglotis, saluran napas bagian atas, serta dinding lambung. Tubuh korban juga telah menunjukkan tanda-tanda pembusukan, yang berarti waktu kematian lebih dari 48 jam.
"Dari hasil pemeriksaan, perkiraan waktu kematian lebih dari 48 jam (2 hari)," pungkasnya. (*)
Artikel Asli




